APAKABAR JABAR – Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor, dalam hal ini bidang irigasi dipertanyakan.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Sebab, hingga saat ini adanya perusakan aset negara yang dilakukan PT Balina Agung Perkasa (BAP), vendor ekspedisi pengangkut produk air minum merk Aqua yang menutup saluran Daerah Irigasi (DI) Cikereteg-Rancamaya di Kampung Ranji, Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, belum juga ada tindakan apa pun.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Keluarga Besar (KB) FKPPI Rayon Ciawi, Heri Susanto mempertanyakan kinerja DPUPR yang terkesan ada pembiaran terhadap dugaan perusakan aset negara oleh pihak pengusaha swasta, yakni PT BAP.

Heri mengatakan, harusnya DPUPR melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III, langsung turun ke lokasi DI Cikereteg-Rancamaya saat adanya informasi terkait penutupan saluran tersebut.

“Jangan diam saja. Jadi terkesan ada pembiaran terhadap kerusakan aset negara oleh pihak pengusaha swasta itu,” ungkapnya.

Menurutnya, UPT Infrastruktur Irigasi, memiliki kewenangan untuk menegur atau menindak tegas pihak pengusaha apabila benar-benar sudah merusak aset negara dengan menutup saluran irigasi.

Heri mengungkapkan, adanya pembiaran yang dilakukan jajaran dinas terkait.

Baca konten lengkapnya dalam artikel Pembangunan PT BAP Tutup Saluran Irigasi, FKPPI Persoalkan Kinerja Dinas PUPR*