Home / Hot News / Uncategorized

Senin, 23 November 2020 - 12:34 WIB

Jangan Mendowngrade TNI ke Level Teknis Kewenangan Lembaga Lain

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim (UMI) Indonesia Dr. Fahri Bachmid SH MH . /Dok. Fahri Bachmid

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim (UMI) Indonesia Dr. Fahri Bachmid SH MH . /Dok. Fahri Bachmid

APAKABAR NEWS – Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim (UMI) Indonesia Dr. Fahri Bachmid SH MH menejalaskan tentang kedudukan, tugas dan wewenang TNI setelah keputusan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memerintahkan TNI menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab yang menuai polemik.

Menurut Fahri Bachmid,Pangdam Jaya tidak boleh bertindak sewenang-wenang jika mengacu pada tugas pokok serta peran TNI dalam sebuah negara demokrasi berdasarkan UU RI No. 34 Tahun 2004 Tentang TNI.
 
TNI sebagai organ konstitusional, menurut Fahri Bachmid, berperan sebagai alat negara dibidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan pada kebijakan dan keputusan politik negara, baik dalam konteks penggunaan kekuatan, operasi militer untuk perang, maupun operasi militer non perang.

Baca Juga :  Ini Permintaan DPR kepada Menkes Terkait Sosialisasikan Keamanan Vaksin Sinovac

Sehingga tidak boleh ada langkah sepihak serta subjektif yang diambil oleh seorang Panglima dengan alasan apapun, karena ada otoritas politik yang berwenang untuk itu, yaitu Presiden bersama DPR.  Hal tersebut, menurut Fahri  sejalan dengan ciri khas demokrasi konstitusional
 
“Gagasan pemerintah yang demokratis adalah pemerintah yang terbatas kekuasaannya dan tidak dibenarkan bertindak  sewenang-wenang terhadap warga negaranya.”

Baca Juga :  Presiden Tinjau Simulasi Vaksinasi di Puskesmas Tanahsareal

“Pembatasan-pembatasan atas kekuasaan pemerintah itu tercantum dalam konstitusi. Dan itu itu sering disebut pemerintah berdasarkan konstitusi (constitutional goverment), atau (limited goverment, restrained goverment),” papar Fahri Bachmid dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 22 November 2020.
 
“Sehingga idealnya Pangdam Jaya harus bertindak berdasarkan kewenangan yang sah-legal, serta tidak dibenarkan secara hukum bertindak secara sewenang-wenang yang mengarah pada suatu “eigenrichting” yang pada hakikatnya bertentangan dengan prinsip negara hukum serta supremasi konstitusi,” katanya.

Baca Juga :  RSUD Ciawi Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1442 Hijriah

Share :

Baca Juga

Hot News

Kementerian Perdagangan Minta Importir Penuhi Pasokan Kebutuhan Kedelai

Hot News

Tingkatkan Semangat Kewirausahaan, Begini Yang Dilakukan Forum UMKM

Hot News

Gisel Bisa Terancam UU Pornografi, Begini Penjelasan Mabes Polri

Hot News

Jadi Target, Polda Metro Jaya Siap Bongkar Perkembangan Kasus Habib Rizieq Shihab

Hot News

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Pangkal Jaya Hadiri Peletakan Batu Pertama Pesantren Darussa’adah

Hot News

Kolam Memancing Ikan Talaga Eksa Rancabungur Ikut Terdampak Corona

Hot News

Menteri BUMN dan Bupati Bogor Resmikan Desa Wisata Setu Lebak Wangi Parung

Hot News

Usai Kasus Video Syur Gisel Terkuak, Nobu Ngaku Menyesal dan Minta Maaf