APAKABARBOGOR.COM – Pondok Pesantren Darul Qur`an Idham Chalid, menggelar haul atau peringatan wafatnya KH Idham Chalid yang juga mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terlama.
Yaitu 1952-1984 di Pondok Pesantren Darul Qur’an Kampung Darul Qur’an, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Senin 13 Februari 2023 malam.
Penyelenggara Haul Ke 13 KH. IDHAM Chalid Habib Abdulah Alwi Al Idrus mengatakan, KH Idham Chalid yang wafat 11 Juli 2010 di Jakarta.
Pihaknya menggagas haul ulama besar NU yang jenazahnya dikebumikan di kompleks pesantren yang terletak di Jalan Puncak KM 80, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
“Haul ini untuk tang pertama dan Insya Allah akan dilaksanakan setiap tahun, diselenggarakan haul akbar yang diiringi dengan dzikir, tahlil dan tablig akbar yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jabodetabek. Bahkan dari Kalimantan, Bandung dan banyak dari kota lainya, dan dihadiri tokoh agama dan juga hadir Bapak Surya Darma Ali,” ujarnya kepada Apakabarbogor.com.
Di tempat yang sama perwakilan keluarga KH. Idham Chalid H. Adam Nur Kasyawi mengakui, makna dari haul yang ke 13 ini, menumbuhkan rasa cinta terhadap ulama.
Sekaligus umaro yang berpangkat wali kutub wali Allah, mudah-mudahan dengan haol yang ke 13 ini, pejuangan beliau sungguh luar biasa.
“Mudah-mudahan dengan haul ini melahirkan ulama dan umaro yang juga srorang pemimpin, dan kami sebagai warga Kalimantan Selatan sangat berpatokan dengan abah guru kami guru Sekumpul, karena beliau sebelum dinyatakan wali kutub,” paparnya.
Sebelumnya sudah menyatakan terlebih dahulu KH. Idham Chalid adalah wali kutub, salah satu bentuk kecintaan kami kepada almarhum kami menghargai uang Rp5000 rupiah yang ada poto KH Idham Chalid.
Baca Juga:
Dua Alumni Peking University Raih “Fields Medal”, Sebanyak 14 Akademisi PKU Tampil di ICM 2026
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
Sementara salah satu sahabat dan penulis buku KH. Idham Chalid Nurhidayah bercerita, KH Idham Chalid wafat meninggalkan dua buah perguruan pesantren.
Selain dikenal sebagai perintis Darul Quran Idham Chalid, ia juga merupakan pendiri Perguruan Islam Daarul Ma`arif yang terletak di Cipete, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Semasa hidupnya, sebagian besar waktu Idham dihabiskan untuk mengabdi di Nahdlatul Ulama.
Ulama yang dilahirkan di Setui, Kalimantan Selatan, 27 Agustus 1922, aktif di NU sejak usia remaja hingga ajal menjemput pada ormas Islam berlogo bola dunia tersebut, Idham tercatat pernah menjadi ketua umum PBNU periode 1952-1984.
Baca Juga:
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Selepas mengemban amanah sebagai ketua umum PBNU, Idham masih terlibat sebagai khalifah atau pimpinan Jamiyyah Ahlit Thoriqoh Al-Mu`tabarih An-Nahdliyyah (JATMAN), yakni organisasi perkumpulan toriqot yang diakui NU.
“Pada awal 2000-an, Idham Chalid mulai sakit-sakitan dan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan beristirahat di rumah,” katanya. (Yon/Red)







