Pabrik Tahu Berfomalin di Parung Bogor Masih Beroperasi Meski Sudah Diberi Garis Polisi Kuning

- Pewarta

Sabtu, 11 Juni 2022 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pabrik Tahu Berfomalin di Parung Bogor Masih Beroperasi. (Dok. Hallo Media/Wido Yutrusno)

Pabrik Tahu Berfomalin di Parung Bogor Masih Beroperasi. (Dok. Hallo Media/Wido Yutrusno)

APAKABAR BOGOR  – Pabrik tahu berfomalin di Kampung Waru Kaum, Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor masih terlihat beroperasi, pada Sabtu,11 Juni 2022.

Dari pantuan video yang diterima awak media di lokasi pabrik, masih terlihat para pekerja masih melalukan produksi padahal sudah di beri police line atau garis polisi berwarna kuning.

Koordinator Kelompok Subtansi Penindakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM ) Bandung, Alex Sander mengatakan, Senin akan ditindak langsung oleh PTSP Pemkab Bogor untuk proses tindakan selanjutnya selaku pemberi perizinan.

“Dan untuk tindakan Projustitia terhadap tindak pidana pelanggaran terhadap UU Pangan telah dalam proses oleh BBPOM di Bandung,” ujarnya, saat dikonfirmasi.

Terpisah, Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin saat dihubungi Hallo.id mengatakan akan mengecek ke lokasi.

“Kapolsek parung sedang cek ke lokasi,” ujar iman melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 11Juni2022

Seperti diberitakan sebelumnya, pabrik tahu berberfomalin tersebut sudah didatangi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) Penny Kusumastuty Lukito.

Bahkan Penny menggelarf Pres Conference, Jumat, 11Juni 2022 dan didampingi Plt Deputi Penindakan BPOM, Kepala BPOM Bandung, Perwakilan Kejati Jawa Barat, Perwakilan Polda Jabar, dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Penny menjelaskan awal kronologis temuan tersebut berawal dari laporan masyarakat dan tindak lanjuti oleh BPOM.

BPOM menemukan sedikitnya 98 Kilogram (Kg) formalin dalam bentuk padat dan cair di dua pabrik yang terletak di Kecamatan Parung tersebut dan telah mengankan 2 orang terduga pelaku.

Terkait dengan sanksi Penny mengatakan, perusahaan yang diduga menggunakan formalin harus dihentikan kegiatan produksinya.

Sebagai upaya menghentikan peredaran dan terduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 136 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara atau denda Rp10 miliar.*

Berita Terkait

Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan ASN Kabupaten Bogor Uji Komitmen Reformasi Birokrasi dan Integritas Aparatur
PT Antam Tbk UBPE Pongkor Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
PT Antam Tbk UBPE Pongkor Bagikan 1850 Paket Sembako
Kajari Bogor Tegaskan Komitmen Profesionalisme Jaksa Saat Audiensi dengan PPWI untuk Transparansi Penegakan Hukum
PT Antam UBPE Pongkor Gelar Buka Bersama dan Berikan Santunan Kepada Anak Yatim
Tim Puslabfor Bareskrim Olah TKP Kebakaran dan Insiden Asap di Area Underground Mining PT Antam UBPE Pongkor
Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2025
Dispora Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 15:09 WIB

Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan ASN Kabupaten Bogor Uji Komitmen Reformasi Birokrasi dan Integritas Aparatur

Rabu, 25 Maret 2026 - 07:18 WIB

PT Antam Tbk UBPE Pongkor Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:27 WIB

PT Antam Tbk UBPE Pongkor Bagikan 1850 Paket Sembako

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:07 WIB

Kajari Bogor Tegaskan Komitmen Profesionalisme Jaksa Saat Audiensi dengan PPWI untuk Transparansi Penegakan Hukum

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:15 WIB

PT Antam UBPE Pongkor Gelar Buka Bersama dan Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

Berita Terbaru