Dani memaklumi perambahan bisa terjadi karena kebutuhan hidup masyarakat.
Oleh karena itu harus ada pendekatan kesejahteraan terhadap masyarakat, terutama masyarakat yang berada di kawasan hulu.
“Dengan pendekatan kesejahteraan itu, misalnya dengan pelatihan keterampilan dan lain-lain, maka masyarakat tidak akan lagi merambah hutan untuk kebutuhan hidupnya, dan tidak bisa juga pemodal membuka lahan pertanian tanaman sayur, karena tanahnya sudah dikuasai negara atau pemerintah” papar Dani.
Dalam acara yang dipandu Hari Maksum itu, Dani juga menyebutkan, untuk mengurangi resiko bencana Pemerintah sudah melakukan upaya-upaya peningkatan kesiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Salah satunya dengan membentuk kaluarga tanggap bencana atau Katana. Keluarga itu dilatih untuk siaga jika menghadapi bencana, seperti menghadapi gempa bagaimana kebakaran, banjir dan longsor.
Karena berdasarkan penelitian, yang paling siaga itu adalah anggota keluarga, lalu orang dekat, komunitas, kemudian baru rescue” pungkasnya. (jbr)
Halaman : 1 2






