Apalagi, saat ini, Bangsa Indonesia sangat membutuhkan narasi yang dapat menjaga harapan, juga informasi yang akurat agar dapat membaca keadaan sebenarnya untuk menentukan langkah apa yang harus dilakukan.
“Kita berada pada situasi pandemi dan ini sudah memasuki tahun ketiga, banyak hal berubah secara cepat dan banyak kebijakan yang diambil untuk merespon perubahan tersebut.”
“Pers sangat membantu dalam penyebaran informasi berbagai kondisi itu dengan tetap menjaga nalar kritis masyarakat kita.”
“Menjembatani aspirasi masyarakat agar dapat menjadi input bagi pengambil kebijakan untuk menentukan keputusan yang perlu diambil,” katanya.
Di saat bersamaan, sambungnya, era digitalisasi dengan segala perkembangan teknologinya juga mempermudah masyarakat dalam mencari sekaligus menyebarkan informasi.
Bahkan, teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang, membuat masyarakat sangat mudah dalam memproduksi informasi dan kemudian menyebarkannya ke publik.
“Banyak hal positif dari kemudahan tersebut, tetapi juga banyak negatifnya misalnya informasi hoax yang kemudian viral sehingga dianggap sebagai kebenaran.”
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






