“Udah berapa kali saya kesini. Tapi barangnya tidak ada. Beberapa waktu lalau mau ambil cuma ada sebagian saja. Tidak saya ambil. Saya nunggu komplit saja. Tidak tahunya sampai sekarang barang belum ada, tahu gitu saya ambil di agen lain. Padahal saya sedang butuh untuk makan sehari-hari, saya juga akan mengadu ke pak kades kalau besok belum ada,” ketusnya.
Sementara Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Rancabungur Didin Amaludin membenarkan, Desa Cimulang untuk suplayer yang terinformasi ke pihak TKSK distributor Asep Hidayatulloh.
Beliau bukan agen, Asep jadi agen saat bansos masih ditangani bank BNI. Dan dirinya bukan agen bansos lagi. agen Evi itu istrinya dan sudah diblacklist oleh Bank Mandiri, mesin EDC nya pun sudah ditarik.
“Permasalahan di Cimulang di luar kewenangan saya sebagai pendamping, karena beliau atau Asep bertindak sebagai distributor. Dan informasi yang masuk ke saya juga edc nya juga memakai edc diluar Kabupaten Bogor yaitu Kabupaten Bandung Barat. Dari hari senin banyak KPM yang mengadu ke saya,” kata Didin.
Masih kata Didin, aduan KPM bukan hanya soal komoditi atau barang yang belum diberikan, mereka mengadu fisik kartu KKS dikuasai oleh saudara Asep.
Ada juga yang dikembalikan kepada KPM, dan setelah dicek dari data bayar itu semua sudah sukses dari bulan Januari sampai Oktober.
“Yang mirisnya para KPM itu tidak pernah menerima komoditi oleh saudara Asep, jadi saya tekankan lagi Asep Hidayatulloh bukan agen, agen Evi itu istrinya beliau. Tapi sudah dicabut oleh bank Mandiri. Upaya saya akan berkoordinasi dengan Dinas dan Bank Mandiri terkait agen yeng menggunakan mesin edc Bandung Barat jelas jauh sekali melintasnya,” tutup Didin. (Dyn/Hdy)
Halaman : 1 2






