APAKABAR BOGOR – Seperti diketahui Kecamatan Tajur­halang memang surganya pengembang perumahan.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Hal itu bisa dilihat dengan banyaknya perumahan. Mulai dari pe­rumahan besar dan kecil ada di Tajur­halang Kabupaten Bogor.

Tapi sayang, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dari perumahan tersebut.

Masih tidak jelasnya aturan penyera­han fasos-fasum antara pengembang perumahan dengan pemerintah se­ringkali menimbulkan permasalahan di masyarakat, khususnya warga perumahan.

Ketidakjelasan itu akhirnya membuat masyarakat berencana mendata dan mengawasi fasos-fasum di Kecamatan Tajurhalang.

Salah seorang warga, yang juga mahasiswa di salah satu kampus di Jakarta wendi (24), mengatakan, pendataan dan pengawa­san itu nantinya akan memperjelas semua pedoman pengembang peru­mahan dan pemukiman di Kabupaten Bogor yang memuat wilayah yang dii­zinkan untuk pengembangan peruma­han dan wilayah yang tidak boleh di­bangun lagi.

“Pengembang bandel akan kita laporkan ke dinas terkait supaya tanahnya dicabut, disini perlunya pengawasan dari UPT Tata banguanan agar menurunkan pengawas bangunan,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut dia, objek kawasan siap bangun dan lahan siap bangun tahun ini baru disesuaikan Rencana Pedoman Pengembangan Pemukiman Peruma­han dan Bangunan(RP4B)-nya.

“Pen­gaturan fasos-fasum yang meliputi serah terima dan kewenangannya akan diatur dengan jelas oleh dinas ter­kait di Kabupaten Bogor. Saya dan warga yang lain hanya ikut menga­wasi, karena lahan fasos-fasum nantinya untuk masyarakat Kabupaten Bogor juga,” pungkasnya. (Yon)