Ada berbagai pilihan kebijakan diantaranya adalah penerapan Ganjil Genap.
“Karena kalau kita telaah data menunjukan bahwa klaster pertama adalah klaster keluarga kedua adalah klaster dari luar kota jadi intinya adalah warga yang punya mobilitas keluar kota atau masuk ke dalam Bogor menulari keluaarga sehingga keluarga meledak jadi kuncinya adalah menekan mobilitas,” ujarnya.
Menurutnya, Ganjil Genap.adalah hanya satu dari 13 kebijakan yang dikeluarkan untuk menekan laju pertmubuhan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
Bima mengklaim, bahwa kebijakan tersbut berhasil menurunkan kasus Covid-19 secara signifikan.
“Data menunjukan pada tanggal 6 Februari kasus di Bogor mencapai puncak 180 perhari 15 Februari kemarin turun menjadi 105, belum pernah terjadi sebelumnya penurunan kasus secara signifikan di masa pandemi Kota Bogor, kedua jadi pertama mobilitas berkurang kedua laju positif juga berhasil ditekan,” kata Bima.
Mengenai dampak terhadap ekonomi Bima menegaskan Ganjil Genap bukanlah lockdown sehingga masyarakat masih bisa menjalankan mobilitas asal sesuai dengan kebijakan ganjil genap.
Terlebih saat ini kebijakan ganjil genap hanya berlaku dihari Sabtu dan Minggu hannya pada pukul 09.00 WIB.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






