Mengingat keberadaan Kampung Perca sendiri berawal dari mimpi dan semangat warga Sindangsari yang terdampak Covid-19.
“Pandemi Covid-19 berakibat pada meningkatnya jumlah pengangguran di Sindangsari dari sebelumnya 182 orang menjadi 278 orang dan meningkatnya KK miskin dari 581 KK menjadi 1.190,” sebutnya.
Beruntung, lanjut Yane, di RW 01 Kelurahan Sindangsari memiliki potensi SDM, pinjaman mesin jahit dari PT HAS, limbah kain perca dan benang serta pelatih yang dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Sindangsari.
“Dari hasil pelatihan menjahit selama dua bulan, 15 ibu-ibu mampu menghasilkan masker, sarung bantal, lap, taplak, kunciran dan bisa mendapatkan penghasilan walau hasilnya belum besar,” katanya.
Ketua TP PKK Kota Bogor ini menambahkan, konsep desain Kampung Perca yang nanti akan di launching yakni semua rumah di sepanjang Kampung Perca akan di cat seragam, bisa berwarna putih atau abu muda agar terlihat bersih dan modern.
Dekorasi akan difokuskan di bagian tengah jalan Kampung Perca, mulai dari pemasangan gapura, lampion dari kain perca, pop up store untuk warga berjualan dan rumah galeri perca.
“Ini sesuai dengan tujuan pembangunan Kampung Perca, yakni menggerakkan ekonomi masyarakat berdasarkan potensi lokal, mewujudkan kelurahan Sindangsari sebagai pusat produk perca dan destinasi wisata belanja produk perca serta menjadi salah satu daya ungkit recovery ekonomi Kota Bogor,” pungkasnya. (*/bud)
Halaman : 1 2






