“Saya tegaskan tidak ada pengumpulan 1800 kartu tani, kartu tani sudah dipegang oleh para petani dan jelas namanya sudah ada, hari ini saya bukttikan bukti fisik kartu tani ada. Dan lihat kartu tani dan nama sesuai dengan KTP, jadi tidak ada yang disimpan di kios atau dikumpulkan di kios itu tidak ada, dan petani tidak dirugikan oleh kekurangan pupuk,” paparnya.
Ali menambahkan kalau pun kekurangan pupuk itu betul, pada saat jalan di Sukawangi aksesnya masih susah karena jalan rusak, kemudian petani kekurangan pupuk saat kemarau, karena saat kemarau petani tidak ada aktivitas bagaimana kios mau mengadakan pupuk, karena para petani tidak ada aktifitas. Tidak ada pupuk di kios hanya waktu tertentu.
“Seperti tahun 2018 akases jalan menuju ke kios masih rusak, kemudian saat kelangkaan pupuk terjadi karena saat musim kemarau dan tidak ada kegiatan dari petani, jadi pemberitaan yang saat ini berkembang seperti pengumpulan kartu tani di gapoktan dan kios, dan tidak ada intruksi dan saya pastikan 100 persen Hoax. Karena ini sudah pencemaran nama baik yang mengatasnamakan gapoktan saya selaku anggota Gapoktan meminta, pertama kepada penyebar fitnah ini untuk meminta maaf, kalau tidak ada itikad baik terus terang ini akan diproses secara hukum karena sudah mencemarkan nama baik kami,” pungkasnya. (Diyon)
Halaman : 1 2






