APAKABARBOGOR.COM – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bogor Raya mendampingi seorang anggotanya, Cahyat Supriyatna membuat laporan ke Polres Bogor atas apa yang dialaminya.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Cahyat atau Abas sapaannya, merasa terintimidasi oleh sekelompok debt collector atau mata elang (matel) saat melaksanakan tugasnya sebagai jurnalis salah satu media televisi nasional pada Senin, (13/3) siang.

Dalam laporannya di Polres Bogor, Abas didampingi Ketua IJTI Bogor Raya, Nicko Zulfikar bersama jajarannya pada Selasa (14/3).

“Hari ini kami melaporkan kasus penghalangan tugas wartawan dan intimidasi yang dialami saya kemarin,” ujar Abas.

Laporan Abas tertuang dalam surat lapor dengan nomor pol :STB /B/487/III/2023/JBR/RES BGR / dengan laporan perbuatan tidak menyenangkan pasal 335.

Anggota IJTI Bogor Raya itu menjalani pemeriksaan serta dimintai keterangan oleh penyidik Reskrim Polres Bogor selama lebih dari 3 jam.

Abas sebelumnya mengalami intimidasi oleh sekelompok penagih hutang matel pada saat melakukan peliputan di wilayah Desa dan Kecamatan Gunung Putri.

“Saya bersama rekan-rekan wartawan lain tengah meliput korban yang kendaraannya dirampas oleh matel, tiba-tiba kelompok matel itu datang, dan menepak handphone saya saat saya rekam,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Abas pun mengambil langkah hukum dan melapor ke Polres Bogor. (*)