“Sebaiknya minta maaf dan akui deh kesalahannya. Karena, jika tidak membersihkan kembali nama Gubernur DKI Jakarta, maka kami melalui kuasa hukum FWJ akan buat laporan kepolisian atas cuitannya itu,” bebenya.
Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Peduli Jakarta (FWPJ), Agus Supriyanto mengatakan, di era kebebasan penyampaian informasi, dalam hal ini di dunia maya atau sosial media, seseorang hendaklah berhati-hati, jangan sampai menuduh tanpa fakta seperti cuitan Ferdinand terhadap Gubernur Anies itu.
“FWPJ menilai, apa yang dilakukan Ferdinand itu sangat tidak pantas dan merupakan bentuk perusakan demokrasi dalam hal ini menyampaikan pendapat tanpa mem-filter dahulu.”
“Dan, cuitan Ferdinand yang bernada provokasi jahat terhadap Pak Anies itu kami nilai sekaligus sebagai character assasination alias pembunuhan karakter,” tandas Agus.
Wartawan yang sudah menggeluti profesinya selama 17 tahun di Grup Rakyat Merdeka/Holding Grup Jawa Pos itu menjelaskan, Anies akan terus dicari-cari kesalahannya.
Karena gubernur pemenang Pilkada DKI 2017 itu saat ini terus naik pamornya dan elektabilitasnya. Agus menilai, tidak fair membunuh karakter Anies dengan cara-cara yang tidak elegan seperti yang dilakukan Ferdinand itu.
“Cuitan Ferdinand terhadap Anies itu hoax. Tidak elegan, tidak gentle. Jangan pakai cara-cara kotor seperti itu dengan menebar fitnah. Apalagi, dari fakta yang ada yang tim FWPJ telusuri, rumah mewah yang katanya gratifikasi yang ada di Kebayoran Baru (Jaksel), ternyata bohong.”






