Korban pun merasa heran. Pasalnya kendaraan miliknya itu merupakan motor keluaran lama yang dia beli secara tunai dengan surat lengkap meskipun bekas.
Alasan tidak terpasangnya plat nomor lantaran korban mengaku plat tersebut jatuh dan hilang beberapa waktu lalu.
“Yang lebih heran lagi kok matel nanya surat-surat kayak polisi lalu lintas, saya juga diintimidasi secara lisan,” jelas Ucok sapaannya.
Sempat terjadi adu argumen antara korban dengan sang matel gaya polisi itu. Sampai salah seorang matel lainnya mengajak korban menyisi untuk berbicara lebih lanjut.
Tidak ingin urusan makin panjang, korban memilih melanjutkan perjalanan ke arah Parung.
“Sudah jadi rahasia umum matel itu prakteknya melanggar hukum, tapi kenapa mereka masih ada ? Bahkan sekarang menggantikan tugas polisi,” tanyanya keheranan.
Keberadaan matel di Jalan Raya Kemang – Parung itu diamini Kepala Unit Lantas Polsek Kemang, AKP Edwin Riswandi. Terutama di seputar Simpang Jampang, Simpang Salabenda, Sawangan hingga kawasan Parung.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






