“Seorang reseller millenial datang memborong buku Banjir Darah. Tidak tanggung-tangung. Reseller tersebut membawa truk untuk membeli dan mengangkut buku Banjir Darah dalam jumlah yang sangat besar. Penerbit tak kuasa menolak. Karena dia membawa uang cash,” kata Mustarom, Direktur Marketing penerbit Istanbul.
Cara menulis yang dibaca banyak orang, dan strategi menuls buku yang laris manis, tema itulah yang sebenarnya sedang ditularkan di mana-mana oleh mas Anab.
Langkah mas Anab tidak akan berhenti di sini hanya karena Covid-19 karena murid-murid dan santri-satri menulisnya pun banyak. Tidak akan berhenti, pasti akan melanjutkan perjuanganmu.
Bersama murid dan santri mas Anab, saya juga akan lanjutkan grup Literasi Santri sebagai ladang perjuangan mas Anaf berikutnya. Selamat jalan mas Anaf, semoga khusnul khotimah.
Di bawah ini adalah tulisan Anab Afifi yang dikirim lewat whatsApp dan grup yang sudah dipublikasikan pada 23 November 2020, di media Opiniindonesia.com – juga termasuk jaringan media ini. Selamat membaca.
SIAPA YANG MASIH BISA BERTAHAN DALAM 10 TAHUN KEDEPAN
Banyak bisnis akan mati dalam 10 tahun ke depan. Hal ini karena tidak mampu menyesuaikan perubahan untuk mangakomodasi teknologi.
Demikian John Chambers, seorang eksekutif bisnis dari Cisco.
Tidak sedikit yang bilang: “waktu 10 tahun itu masih lama”.
Itu berarti tahun 2030. Di masa itu, kata Chambers, 40% bisnis akan mati.






