Menurut Syarifah, dalam tim tersebut, selain penambahan kapasitas coverage data juga harus dilakukan cleansing data secara terus menerus mengingat dinamika kependudukan cukup tinggi.
Terlebih, tantangan yang ada, khususnya di era pandemi Covid-19 ini banyak perusahaan yang merumahkan para karyawannya, masih adanya pendataan yang kurang normal, sosialisasi yang terus menerus dan pengaktifan PBI APBN serta yang lainnya.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Bogor, Fahrurozi berharap jumlah kepesertaan bertambah dari jumlah yang ada saat ini, sehingga UHC yang ingin dicapai dapat terlaksana di tahun 2021.
“Diharapkan ada perubahan-perubahan dan terkait data yang tersedia sudah update, ini juga membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk mengisi kekosongan peserta melalui peserta-peserta yang belum terdaftar,” ujar Fahrurozi.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto menjelaskan, pihaknya telah menyediakan aplikasi Sitanduk wilayah yang akan membantu updating data kependudukan, khususnya dalam rangka mendukung peningkatan target UHC Kota Bogor di Tahun 2021. (bgr)
Halaman : 1 2






