APAKABAR BOGOR – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mengeluhkan beras tidak layak konsumsi yang disalurkan Agen E Warong Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Seperti yang diungkapkan salah satu warga penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya, dirinya mengaku mendapatkan bantuan pangan non tunai sebanyak empat bulan sekaligus.

“Saya dapat beras kaya gini kaya beras Bulog ini kaya gini dan sangat tidak layak konsumsi,” ujarnya.

Dia pun menyayangkan kualitas komoditi yang disalurkan oleh agen sangat buruk , seharusnya agen mengutamakan kualitas.

“Berharap ada perbaikan aja atau diganti masyarakat mah,”katanya.

Sementara itu Kades Ciampea Udik Cecep untuk dikonfirmasi kebenaran beras BPNT berkualitas buruk di desanya itu saat dihubungi belum memberikan keterangan.

Kadinsos Kabupaten Bogor Mustakim pernah menyebutkan bahwa pihaknya selalu menegaskan bantuan sembako yang diberikan kepada masyarakat melalui program BPNT harus mengutaman kualitas.

“Saya selalu menegaskan kepada semua agen agar menyalurkan bantuan dengan kualitas yang baik sesuai dengan harga yang ditentukan dan sesuai pedum,”pungkasnya. (And)