APAKABAR BOGOR – Kesal jalan menuju pemakaman umum diratakan oleh PT Mercu Dinamika.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Puluhan Warga Kemang di Desa Kemang Kecamatan Kemang, menuntut akses jalan yang ditutup oleh developer Perumahan Mercu Dinamika kembali dibangun. Bahkan sempat mendatangi lokasi pembangunan, pada Rabu (15/6).

“Jadi hari ini tim pengendalian meninjau lokasi pembangunan atas aduan warga karena akses jalan menuju tempat pemakaman umum warga sekitar,” kata Sub Koordinator bidang pengendalian Dinas DPMTSP Kabupaten Bogor Eli Nurhayati kepada wartawan.

Eli menjelaskan, sebenarnya untuk perizinan sudah sesuai, tapi akan disampaikan oleh pimpinan, dan sekarang hanya tinjauan lokasi saja.

“Setelah ini ditindaklanjuti atas pengaduan warga selanjutnya pimpinan yang akan menjadwalkan kembali untuk perkembangannya,” jelasnya.

Ketika ditanyai perizinan dia mengaku, mengenai itu sudah di cek dan mungkin didalam rapat bakal dibahas.

“Sudah lengkap, yang jelas mereka hanya menuntut akses jalan ke makam saja, dan kami melihat sesuai aduan dilapangan,” ucapnya.

Untuk site plan sesuai dan akan ada kelanjutan dari bidang lain. Karena, tim disini sebagai peninjauan sekaligus memeriksa permasalahan dilapangan.

“Kalau kami dari pengendalian, untuk kedalaman lain ada dari bidang yang menanganinya, karena disini hanya untuk fasilitasi permasalahan warga dengan developer,” tuturnya.

Senada dikatakan warga Kemang Kiara, Rohidin (47) meminta untuk segera dilakukan pembangunan jalan utama menuju ke area pemakaman yang berada di area perumahan tersebut.

“Tidak hanya akses jalan saja, untuk pengairannya juga perlu diperhatikan karena kerap banjir. Karena, lokasi makam berada persis ditengah area pembangunan perumahan,” tegasnya.

Sementara Pengawas Proyek Perumahan PT Mercu Dinamika Marno mengungkapkan, permasalahan ini sebenarnya hanya salah paham warga dengan developer dan nanti akan dilakukan rapat bersama.

“Solusinya dari kami akan menggelar pertemuan bersama dinas terkait, warga dan pemerintah setempat agar polemik ini ada penyelesaian yang baik antar kedua belah pihak,” ungkapnya. (Yon/Hdy)