Home / Kabar Bogor

Senin, 19 September 2022 - 16:51 WIB

Sidang Pledoi Suap BPK, Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Menangis 

Sidang pembacaan nota pembelaan (pledoi) Bupati Bogor Non Aktif Ade Yasin./Dok.Igon

Sidang pembacaan nota pembelaan (pledoi) Bupati Bogor Non Aktif Ade Yasin./Dok.Igon

APAKABAR BOGOR – Terdakwa perkara suap BPK, Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin menangis terisak minta dibebaskan dalam sidang pembacaan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tipikor Bandung, hari ini.

Ade Yasin meminta keadilan kepada majelis hakim yang diketuai oleh Hera Kartiningsih.

Ade mengikuti sidang secara online dari Rutan Perempuan Kelas IIA Bandung. Menurut Ade, tidak ada perintah maupun instruksi dan pengondisian terhadap para auditor BPK.

“Jika keadilan sudah terbuka lebar, mengapa saya dituntut bertanggung jawab atas perbuatan yang tidak saya lakukan?” ujar Ade sambil terisak-isak di Bandung. Senin, 19 Agustus 2022.

Baca Juga :  Tuntut Jalan ke Pemakaman Puluhan Warga Desa Kemang Geruduk PT Mercu Dinamika

Bupati Bogor nonaktif itu yakin majelis hakim akan objektif dalam mengambil putusan. Dia mengatakan 39 saksi yang dihadirkan jaksa KPK dan 2 saksi ahli yang memberikan keterangan di persidangan menyebut Ade tidak terlibat.

“Jika melihat fakta persidangan tidak ada satu saksi pun yang mengatakan bahwa saya terlibat dalam perbuatan tersebut, lalu di mana letak kesalahan saya?” kata Ade.

Ade lantas meminta majelis hakim agar membebaskan dirinya dari segala macam tuduhan, dakwaan dan tuntutan.

“Demi Allah, saya tidak menyimpan niat lain, kecuali hanya ingin meminta keadilan bahwa saya tidak pernah melakukan perbuatan yang didakwakan kepada saya oleh jaksa penuntut umum,” ujarnya.

Baca Juga :  PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1442 Hijriah

Dalam sidang itu, Ade menceritakan dia dijemput petugas KPK di rumah dinasnya menjelang santap sahur, 4 hari sebelum Idul Fitri 1443 Hijriah. KPK lantas mengumumkan hal itu sebagai peristiwa operasi tangkap tangan (OTT).

Beberapa orang yang mengaku dari KPK itu meminta Ade memberikan keterangan di kantor KPK atas penangkapan sejumlah pegawai Pemerintah Kabupaten Bogor.

Mereka diduga memberi suap kepada auditor BPK agar laporan keuangan Pemkab Bogor mendapat nilai wajat tanpa pengecualian (WTP).

Baca Juga :  Harlah ke Sepuluh SMK Pesona Dywantara Ini Harapan Ketua Yayasan untuk Siswa Siswi

Menurut Ade, dia sempat berdiskusi dengan Dandim dan Kapolres Bogor atas peristiwa itu.

“Saya diminta mengikuti, toh saya hanya akan dimintai keterangan. Tapi, setelah saya berada di gedung KPK, muncul pemberitaan menyudutkan, Ade Yasin tertangkap OTT oleh KPK bersama pegawai pemda dan BPK,” ujarnya.

Pada sidang sebelumnya, jaksa KPK Rony Yusuf meminta hakim agar menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan kepada Ade Yasin. (Igon)

Share :

Baca Juga

Kabar Bogor

Panitia MUKOTA KADIN Kota Bogor Dianggap Belum Jelas dan Transparan

Kabar Bogor

Lapas Khusus Gunung Sindur Berhasil Raih 2 Penghargaan dalam Syukuran HBP Ke-58

Kabar Bogor

Sambut Bulan Suci Ramadhaan, Ribuan Obor Hiasi Kawasan Puncak, Bogor

Kabar Bogor

Komisi IV DPRD Kota Bogor Sidak Aplikasi Bansos Terpadu, Masyarakat Belum Banyak Tahu

Kabar Bogor

Maulid Nabi SAW, Baraya Pamijahan Gelar Pengajian dan Santunan Anak Yatim

Hot News

Munas ke-2 Komunitas Honda ADV Indonesia, Ali Abel Terpilih Sebagai Ketua Periode 2021-2023

Kabar Bogor

Tempati Kios di Pasar Cisarua Tetap Harus Bayar Meski Dibangun Pemprov Jabar, Ini dia Alasannya

Kabar Bogor

Bikin Resah, Debt Collector Rampas Kendaraan Wartawan