APAKABAR BOGOR – Program Satu Miliar Satu Desa ( Samisade ), Merupakan program yang digadang- gadang Bupati Bogor Ade Yasin, sebagai upaya mendongkrak perekonomian desa.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Namun sangat disayangkan, program kebanggan kader PPP ini, meurut Ketua Perkumpulan Masyarakat Pemerhati Pembangunan Pasundan Raya.( PMP3R ) Anwar Resa, program tersebut seolah tanpa dilandasi kajian yang konfrensif dan menyentuh akar masalah yang dihadapi masyarakat Kabupaten Bogor, Paska pademi covid -19.

Menurut dia, Samisade yang turun ke wilayah kecamatan Cigombong bisa dibilang minim kajian, minim gagasan serta minim ide serta teknis. Dari segi anggaran sudah berbeda-beda dan bervariasi, teknis dan mutu pun berbeda, antara desa satu dan yang lainnya, Harga satuan material beton tidak ada standarnya,berdasarkan harga standar pasaran umum.

“Sesuka- suka desa dalam menentukan harga per kubiknya, ada desa yang menganggarakan 1,1 jt, ada yang menganggarkan 1,4 Jt. Bahkan ada yang 2,5 Jt per kubiknya, untuk jenis harga beton mutu, K 250- K 300. Nah, apa kajiaan dan pertimbangan teknisnya program Samisade tersebut ?,”ungkapnya.

Anwar juga menjelaskan, Kenapa bisa dikatakan minim kajian, minim gagasan dan Ide serta teknis, Karna realisasinya hanya ke Infrastruktur,untuk pembangunan infrastruktur sudah di danai oleh Dana Dasa, Banprov
Dan APBD dari dinas terkait serta hibah APBN.

“Menurut hemat saya,untuk Kabupaten Bogor.
Kita sudah tidak bicara lagi tentang Infrastruktur, karna Kabupaten Bogor ini merupakan Kabupaten termaju di Indonesia. Untuk Infrastruktur kita harus sudah tinggal landas. Mengingat Dana Desa dariTahun 2014 Sudah ada. Jadi orentasinya sudah harus bergeser, yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM.),” papar dia. (ash)