APAKABAR BOGOR.COM – Para Relawan Gibran Rakabuming Raka (Grak) Indonesia, serentak  menggelar do’a bersama di tiga Kecamatan wilayah Kabupaten Bogor, Jum’at (06/10/2023).

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Kegiatan do’a bersama tersebut dihadiri sedikitnya oleh 100 orang,  dengan lokasi yang berbeda,  yakni di wilayah RT 02/07 Desa Karangasem Timur, Kecamatan Citeureup, Pondok pesantren Arafah yayasan Islam Almaisyaroh Kecamatan Bojong Gede, serta di Kampung babakan rt 01 rw 01 desa Banjarwaru Kecamatan Ciawi.

Koordinator kegiatan do’a bersama Darajat Bakti Purnama (36) mengungkapkan,  bahwa yang dilakukan oleh relawan Grak Indonesia tersebut untuk keselamatan bangsa, dan  harapan relawan agar dapat dikabulkannya tuntutan batas umur dibawah usia 40 tahun, untuk bisa menjadi Presiden ataupun Wakil Presiden RI.

Darajat berpendapat, Pempimpin di masa mendatang harus diisi oleh sosok muda yang berkualitas.

“Malam ini kami berdoa dan bermunajat atas dasar kesadaran hati.

kami berharap, kita semua yang hadir dan berdoa malam ini semoga ada harapan untuk pemimpin muda kedepan, jadi kita berdoa agar MK setujui putusan batas usia dibawah 40 tahun”, ujarnya.

Relawan juga, sambungnya, menginginkan semoga doa dan harapan bisa terkabul, dan  Gibran bisa menjadi pemimpin untuk Indonesia.

“Mas Gibran sebagai prototipe anak muda yang menjadi rujukan dalam masuknya generasi muda di kancah politik Indonesia,”katanya.

Darajat juga membeberkan, Sayangnya iklim demokrasi yang memberi  ruang pada anak muda jadi capres dan cawapres, tidak hanya terganjal dalam batasan usia berdasarkan peraturan batasan usia seperti yang tercantum di UU Pemilu no 7 tahun 2017 minimal 40 tahun.

“Ruang bagi  anak muda untuk bisa ikut bursa pemilihan pemimpin Indonesia saat ini masih menemui jalan terjal, karena  Partai  politik beserta strukturnya  masih belum ramah menerima anak muda,  untuk menjadi andalan  masuk bursa pemilihan pemimpin Indonesia,”tutup dia. (uk/ash)**