APAKABAR BOGOR – Acara sedekah ketupat atau yang lazim disebut rebo wekasan yang dilaksanakan setiap hari rabu terakhir dibulan Safar pada kalender Hijriah, rutin diselenggarakan oleh masyarakat kecamatan Ciawi, kecamatan Megamendung dan kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Pada acara tersebut, ketupat dan lauk pauk dibagikan kepada warga, dimulai dari kecamatan Ciawi sampai ke tempat kegiatan Puncak yang dipusatkan di Landasan Paralayang Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua.

Disana masyarakat berkumpul untuk melaksanakan doa bersama, serta mendengarkan tausiah dari beberapa pemuka Agama Islam. Santunan kepada ratusan anak yatim, serta pelepasan burung menjadi bagian dari acara inti.

Ketua pelaksana kegiatan Iman Sopyan mengatakan, sedekah kupat adalah warisan budaya, yang awalnya digagas oleh Almukarram Mama Bakom. Kegiatan tersebut jarang dilakukan didaerah lain terkecuali di tiga Kecamatan yakni Ciawi, Megamendung dan Cisarua.

“Adapaun yang mengadakan kegiatan ini adalah komunitas Puncak Ngahiji yang terdiri dari semua elemen masyarakat, ada Ormas, OKP, Club Motor dan masih banyak lagi,” beber Iman. Rabu 06 Oktober 2021.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bogor, Deni Humaedi mengapresiasi kegiatan itu, dia menegaskan Budaya atau tradisi yang dilaksanakan oleh tiga kecamatan itu adalah budaya.

“Pengaruhnya dalam budaya islam sangat kuat di Puncak, kami akan coba diskusikan dengan para tokoh masyarakat dan budayawan, apabila memenuhi persyaratan untuk dijadikan warisan budaya tak benda, maka bisa dibuat perda. Tujuan lainnya agar bisa menjadi tujuan wisata, karena filosofi yang ada dalam rebo wekasan memilki kontek yang luar biasa,”tegasnya.

Diharapkan, sambung Deni, nantinya akan ‘nyambung’ antara pariwisata dan budaya tersebut, dan akan bisa dijadikan tujuan pariwisata.

“Tentunya orang ingin tahu dengan acara rebo wekasan, dan bisa dijadikan untuk tujuan pariwisata,”tutup dia.(ash/wan)