Puluhan Mahasiswa Hukum STIHP Pelopor Bangsa Depok Ikuti Sidang Proposal Skripsi: Tantangan Awal Menuju Gelar Sarjana

- Pewarta

Jumat, 18 April 2025 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

APAKABARBOGOR.COM – Puluhan mahasiswa hukum dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum dan Politik (STIH Politik) Pelopor Bangsa Depok mengikuti sidang proposal skripsi yang digelar selama dua hari, pada Rabu dan Kamis 16 dan 17 April 2025.

Sidang yang berlangsung di ruang perkuliahan utama kampus ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa tingkat akhir dalam mengawali tahap akhir studi mereka.

Dengan mengenakan jas almamater dan wajah penuh keseriusan, para mahasiswa hukum satu per satu mempresentasikan rancangan penelitian ilmiahnya di hadapan tim penguji.

Sidang ini tidak hanya menjadi ajang uji mental dan intelektual, tapi juga cerminan komitmen mahasiswa hukum dalam menyiapkan karya ilmiah yang kritis dan solutif terhadap berbagai isu sosial, politik, dan hukum.

Salah satu penguji, Dr. (Cand) Tatang, SE., SH., MH., menekankan pentingnya pemahaman substansi dan relevansi tema yang diangkat oleh mahasiswa.

Ia menyebut, kemampuan mahasiswa dalam mengelaborasi teori dengan realitas hukum di lapangan menjadi penentu kualitas skripsi ke depan.

“Sidang proposal adalah bagian dari pembentukan karakter akademik mahasiswa hukum. Kami berharap mereka tidak hanya lulus, tapi mampu menyumbang pemikiran yang berguna bagi pengembangan hukum dan kebijakan publik,” kata Tatang.

Sementara itu, Haidy Arsyad, salah satu mahasiswa peserta sidang, mengaku proses ini menjadi pengalaman yang menantang sekaligus menyenangkan.

“Saya merasa bangga bisa sampai di tahap ini. Meski awalnya sempat gugup, banyak masukan dari dosen yang membuat saya semakin yakin untuk melanjutkan penelitian ini,” ujar Haidy.

Mahasiswa hukum STIHP Pelopor Bangsa Depok dikenal aktif mengangkat tema-tema aktual dalam setiap karya ilmiahnya, mulai dari isu-isu keterbukaan informasi publik, keadilan sosial, hingga reformasi birokrasi.

Kegiatan sidang proposal ini sekaligus menunjukkan kesungguhan kampus dalam menumbuhkan budaya ilmiah dan integritas akademik di lingkungan pendidikan tinggi hukum.

Dengan berakhirnya rangkaian sidang proposal, para mahasiswa kini bersiap menapaki fase berikutnya: riset lapangan dan penulisan skripsi secara penuh.

Harapannya, mereka tak hanya menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat kelulusan, tetapi juga menghasilkan karya akademik yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (Red)

Berita Terkait

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Sukabumi, PMC Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Istri Prajurit TNI Diduga Aniaya ART 16 Tahun, Korban Alami Luka di Wajah
60 Persen UMKM Sulit Promosi, Gerakan Hallo Tasik Jadi Solusi Pasca Pandemi
Mengapa KPK Panggil Lisa Mariana dalam Kasus Korupsi BJB?
Jejak Gempa Bekasi Magnitudo 4,9: Karawang Bangkit dari Retakan Rumah
Penyebab Ledakan Sumur Gas Cidahu Diselidiki, Prosedur Keamanan Dievaluasi Ulang
Saat Gubernur Bercanda Seksis, Perempuan Jadi Korban Diam-Diam
Tragedi Mengejutkan di Pernikahan Mewah Putra Dedi & Putri Karyoto

Berita Terkait

Minggu, 9 November 2025 - 09:14 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Sukabumi, PMC Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Rabu, 22 Oktober 2025 - 00:07 WIB

Istri Prajurit TNI Diduga Aniaya ART 16 Tahun, Korban Alami Luka di Wajah

Jumat, 26 September 2025 - 07:33 WIB

60 Persen UMKM Sulit Promosi, Gerakan Hallo Tasik Jadi Solusi Pasca Pandemi

Jumat, 22 Agustus 2025 - 08:37 WIB

Mengapa KPK Panggil Lisa Mariana dalam Kasus Korupsi BJB?

Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:21 WIB

Jejak Gempa Bekasi Magnitudo 4,9: Karawang Bangkit dari Retakan Rumah

Berita Terbaru