SUKABUMI — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejak Senin (27/10/2025) sore hingga malam, memicu banjir dan tanah longsor di Kecamatan Cisolok dan Cikakak.
Bencana tersebut merusak infrastruktur penting dan mengganggu aktivitas ribuan warga.
Curah hujan tinggi membuat sejumlah sungai meluap dan jalan-jalan utama tergenang.
Jembatan Cisolok, yang menjadi jalur vital antarwilayah, mengalami kerusakan berat dan sulit dilalui kendaraan.
Melihat kondisi itu, berbagai pihak bergerak cepat menyalurkan bantuan. Pada Sabtu (8/11/2025), Pers Motor Community (PMC) bersama organisasi kemanusiaan, wartawan, dan pihak swasta seperti Eiger Adventure Land, Indonesia Care, BAZNAS, serta didukung Pemerintah Kabupaten Bogor, menggelar aksi kemanusiaan di wilayah terdampak.
Bantuan yang dibagikan meliputi sembako, beras, perlengkapan bayi dan perempuan, serta dukungan medis dari tenaga kesehatan.
Presiden PMC Billy Adhyaksa menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap korban bencana.
“Kami akan terus membantu masyarakat yang terdampak. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga dan mereka bisa segera beraktivitas seperti biasa,” ujar Billy.
Billy juga menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Sukabumi.
Baca Juga:
Gravity Game Unite (GGU) Sukses Gelar “Ragnarok Zero: Global European User Meetup”!
Novo Tellus Bermitra dengan RCF dan NRFC, Rampungkan Akuisisi Russell Mineral Equipment
Menurutnya, aksi sosial ini menjadi bagian dari komitmen PMC dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk memperkuat ketahanan sosial dan mempercepat pemulihan pascabencana.
“Kami membawa sembako, perlengkapan bayi dan perempuan, serta tenaga medis dari Indonesia Care. Kami juga mengadakan kegiatan pemulihan trauma bagi anak-anak. Semua ini hasil kolaborasi agar masyarakat bisa bangkit lebih cepat,” tambah Billy.
Data BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat lebih dari 3.700 warga terdampak di tiga kecamatan. Sebanyak 37 orang harus mengungsi, dan ratusan rumah serta fasilitas publik mengalami kerusakan.
Sejumlah jembatan utama, termasuk di Desa Cikahuripan dan ruas Cempakaratu–Cipedes, putus total dan memutus akses antarwilayah.
Baca Juga:
Hisense Lansir Strategi Pertumbuhan Berbasis AI untuk Mewujudkan Era Baru Gaya Hidup Cerdas
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana sejak 27 hingga 31 Oktober 2025. Kementerian PUPR kini memperbaiki infrastruktur vital secara bertahap bersama pemerintah daerah.
Selain logistik, Indonesia Care menyalurkan bantuan medis berupa vitamin, antibiotik, antihistamin, salep, dan obat penyakit kronis seperti hipertensi serta diabetes.
Dukungan tambahan datang dari dr. Suhendra, yang mengirimkan obat-obatan seperti paracetamol, calortusin, arkavit, loperamide, dan CTM untuk warga terdampak.
Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Sukabumi pascabencana besar tersebut. (Red)







