APAKABAR CIAMPEA – Puluhan warga menggeruduk kantor Desa Bojong Rangkas menuntut kompensasi dari aktivitas galian tanah. Senin, 19 Juli 2021.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Pasalnya, dampak galian tanah tersebut mengganggu kenyamanan masyarakat setempat.

“Kami mempertanyakan galian tanah yang saat ini belum ada tanggapan dari pihak pemilik tanah terkait dampak yang terimbas dari galian tersebut,” ungkap Agus warga RT 5, RW 06.

Selain itu, kedatangan warga ke kantor desa juga mempertanyakan permasalahan tanah yang berhamparan di jalan karena tanah tersebut bilamana hujan becek dan licin.

“Tidak sedikit pengguna jalan terjatuh, dan bilamana panas debu nya sampai masuk kerumah warga yang di lintasi truk pengangkut tanah,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, awal pengerukan tanah hanya lima hari ternyata sampai saat ini masih melakukan aktivitas.

“kami mewakili warga bojong rangkas minta kejelasan dari pihak si pemilik tanah yang sedang melakukan aktivitas pengalian,” cetusnya.

Di tempat yang sama, pemilik lahan tanah Deni Sopian (55) mengatakan, dirinya mengikuti keinginan warga, dari hasil musyawarah yang di hadiri oleh kepala Desa RT, RW serta perwakilan warga terkena dampak.

Sementara itu, terkait dengan kondisi kondisi jalan yang berlumpur dan kotor akibat kegiatan galian tanah merah tersebut. Pihak pemilik lahan akan melakukan penyemprotan agar jalan tidak licin dan berlumpur.

“Saya akan lakukan penyemprotan dengan air bersih sehari dua kali, pada pagi dan sore, dan juga memberikan kompensasi bagi warga,’ jelasnya.

Kepala Desa Bojong Rangkas Iding Habudin, mengatakan, selaku pihak Pemerintah Desa (Pemdes) meminta permasalahan tersebut selesai dengan musyawarah. Sebab antara pemilik lahan dan warga yang terkena dampak merupakan warga Desa Bojong Rangkas.

“Sehingga bisa menjadi solusi agar tidak lagi kekantor desa dengan berkerumun, ya intinya dari musyawarah tadi pihak yang melakukan pengalian mau memenuhi tuntutan warga jadi besok tidak ada lagi konflik yang sama,” tandasnya. (Undy)