APAKABARBOGOR-Saluran limbah milik perusahaan PT aneka tambang (Antam) Tbk pongkor, tepatnya di Kampung Nunggul, Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor mengalami kebocoran.
Pipa aliran pembuangan limbah yang diduga mengandung Bahan Berbahaya Beracun (B3) itu, bocor dan posisinya berada di atas drainase di lingkungan padat penduduk.
Kebocoran tersebut membuat sebagian warga khawatir dampak yang akan timbul.
Pasalnya, aliran selokan itu mengairi ke peternakan ikan warga hingga ke sungai Cikaniki.
Kebocoran pipa tersebut terjadi, pada Rabu (12/04/2023) sekitar pukul 4.30 wib.
Namun, hingga pukul 10.23 wib perbaikan pipa bocor yang dilakukan oleh perusahaan PT Antam masih berlangsung.
“Kebocoran itu ada, kebocoran dari sabotase dan pipa-pipa itu udah aga tipis, jadi bocor sedikit,” kata Staf Corporate Social Responsibility (CSR)
Edi Ayuba, saat dihubungi wartawan.
Dia mengatakan, bahwa air limbah yang bocor tersebut masih dalam kandungan dengan kadar aman.
“Kita tadi langsung ke tempat kejadian, kita langsung tangani dan kordinasi dengan orang lingkungan, langsung di cek kadar air itu masih jauh di level aman sih gak ada masalah,” katanya.
Baca Juga:
EngineAI Resmikan Pabrik Cerdas di Shenzhen, Robot Humanoid T800 Mulai Dikirim secara Massal
Gravity Game Unite (GGU) Tutup OBT MMORPG PC “Ragnarok Zero: Global” dengan Sukses Besar
Selain itu kata dia, pemasang pipa yang berada di lingkungan masyarakat, dia berdalih bahwa pipa terlebih dahulu sudah terpasang sebelum adanya rumah-rumah warga disekitar.
“Jadi gini pemasang pipa itu kita duluan, rumah-rumah yang mendekati (membangun). Awalnya itu kosong semua dan pipa yang menyangkut di aliran itu masih normal,” jelasnya.
Menurut dia sejauh ini belum ada dampak terhadap masyarakat dari kejadian kebocoran tersebut.
“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada keluhan dari masyarakat. Kita tadi ikuti aliran selokan itu dan ada beberapa kolam ikan itu aman,” tandasnya.
Baca Juga:
Kejadian kebocoran pipa tersebut bukan kali pertama terjadi, sebelumnya pada Tahun 2017 di desa tersebut sempat terjadi, ribuan ikan milik masyarakat mati dan warga mengalami sakit gatal-gatal efek dari kejadian itu.(andriawan/ash)***






