APAKABAR BOGOR – Petani oyek (daun singkong) yang berada di Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang mengaku selama ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah Kabupaten Bogor.

Padahal mereka jadi petani oyek sudah puluhan tahun namun tak ada bantuan maupun penyuluhan dari dinas terkait.

“Saya jadi petani oyek dengan memanfaatkan lahan milik orang lain atau tanah perusahaan yang belum di gunakan,” terang Ilyas salah seorang petani kepada Apa Kabar Bogor. Selasa, (2/8).

Masih kata Ilyas, dengan menanam oyek biaya yang di butuhkan tidak banyak dan satu kali tanam bisa tahunan.

“Oyek tidak memakan biaya produksi banyak karena untuk satu kali tanam bisa sampai lima tahun dengan panen dua bulan sekali namun tidak tetap aja kami butuh bantuan terutama alat penyiraman atau penyuluhan untuk meningkatkan produksi kami,” terangnya.

Sementara Ahmad petani oyek lainnya berharap agar ada bantuan ke depan dirinya bersama petani lainnya mendapat perhatian.

“Saya sih inginnya di arahkan dan dapat bantuan apa yang kita butuhkan karena saya hanya bisa bertani untuk menghadapi keluarga,” tandas Ahmad.

Ecep Surasman selaku kepala desa Sukmajaya berharap, ada perhatian khusus dari dinas terkait untuk para petani di wilayahnya.

“Saya ingin kedepan ada perhatian dari Pemkab Bogor melalui dinas terkait untuk para petani oyek, baik dalam bentuk modal maupun bimbingan (penyuluhan) agar tatap hidup para petani meningkat,” terang kades singkat. (Igon)