Dedie menuturkan, melihat kondisi pasar sekarang, pihaknya ingin mengoperasionalkan pasar yang layak dari berbagai segi.
Pasalnya, kondisi lingkungan pasar TU Kemang tidak tertata, jalanan berlubang dan becek, saluran air tersumbat dan sampah menumpuk.
“Hal-hal seperti ini kan tidak sehat, paling tidak kalau sudah dibawah kendali Pemkot, sampah bisa kita manage dengan baik, saluran air yang selama ini tersumbat dan menimbulkan genangan bisa diperbaiki, jalan ditambal dan parkir yang semrawut di tata,” imbuhnya.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Muzakkir mengatakan, seluruh pekerja di Pasar TU Kemang tidak ada yang di PHK alias tetap dipekerjakan sembari dievaluasi.
Di tahap pertama ini, Pemkot Bogor akan konsen membersihkan sampah, jalan berlubang akan diperbaiki, menata kembali jalur bongkar muat dan jamnya sesuai standar Perumda Pasar Pakuan Jaya secara bertahap dirapikan.
“Pasar TU harus lebih nyaman setelah diambil alih Pemkot Bogor. Perumda Pasar tidak mengambil sewa karena hak sewa dan pembelian masih di PT Galvindo Ampuh, Pemkot hanya pengelolaannya saja seperti keamanan, kebersihan, parkir, bongkar muat, MCK.”
“Jadi ke depan antara Pemkot dan PT Galvindo Ampuh bersinergi, jalan bareng,” terangnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






