Home / Hot News

Rabu, 7 September 2022 - 16:12 WIB

PC Tidak Ditahan, Direktur Eksekutif LBH Linnus: Itu Disparitas Proses Penegakan Hukum

Gery Permana, Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Lintas Nusantara./Dok.Haidy

Gery Permana, Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Lintas Nusantara./Dok.Haidy

APAKABAR BOGOR – Gery Permana Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lintas Nusantara, menilai bahwa tidak dilakukannya penahanan terhadap Putri Candrawathi.

Terkait adanya dugaan keterlibatan dalam pembunuhan terhadap Brigadir Nopriyansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, merupakan bentuk disparitas terhadap proses penegakkan hukum.

Pria asal Kabupaten Bogor yang juga dikenal sebagai Human Rights Defender ini pun mengatakan bahwa tidak dilakukannya penahanan terhadap istri dari Ferdi Sambo.

Baca Juga :  Selama PPKM Darurat, Kawasan Wisata GSE Lokapurna Pamijahan Ditutup Total

Dia menilai adalah bentuk diskriminatif sehingga dapat menciderai rasa keadilan bagi para perempuan lainnya yang pernah atau sedang berhadapan dengan hukum, namun terjadi disparitas dalam proses penegakkannya.

Gery Permana mengungkapkan, menurut Pasal 7 ayat (1) huruf d Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau yang kita sebut KUHAP, penyidik dalam hal ini Kepolisian karena kewajibannya memiliki wewenang melakukan penahanan.

“Tujuan penahanan itu untuk kepentingan penyidikan, penuntutan, dan untuk kepentingan pemeriksaan hakim di sidang pengadilan nantinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Muscam KNPI Gunungsindur Usai Digelar, ini Kata Edi Koswara 

Selain itu, Pasal 21 ayat (1) KUHAP mengatakan bahwa perintah penahanan atau penahanan lanjutan dilakukan terhadap seorang Tersangka atau Terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup.

Dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa Tersangka atau Terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana, maka penyidik memiliki hak untuk melakukan penahanan.

Baca Juga :  Daftar Harga Bahan Pokok yang Ikut Melejit Imbas BBM Naik, Cabai Keriting 1 Kg Tembus Rp80 Ribu

Sebagaimana publik telah mengetahui bahwasanya dalam kasus yang menewaskan Brigadir J ini, diduga telah ada berbagai upaya untuk merusak atau menghilangkan barang bukti yang dilakukan oleh segelintir oknum.

“Sehingga secara hukum dan berkaca pada fakta yang sebelumnya telah terjadi dalam proses pengungkapan kasus ini seharusnya telah cukup beralasan untuk penyidik Polri melakukan penahanan terhadap istri Ferdi Sambo tersebut,” pungkasnya. (Haidy)

Share :

Baca Juga

Hot News

MAN 1 Bogor Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1442 Hijriah

Hot News

Bareskrim Periksa Habib Rizieq Shihab, Tersangka Kasus Kerumunan Megamendung

Hot News

Launching Program SAMISADE, Desa Sukawangi Bangun Jalan

Hot News

Polisi Tegaskan Rekaman Suara Kapolda Metro Jaya Soal Habib Rizieq Shihab Hoaks

Hot News

Ini, Pesan Wisudawati Universitas Pakuan Terbaik dengan IPK 4.0

Hot News

Dito Ganinduto Dukung Peran Himbara Salurkan Kredit Produktif bagi UMKM

Hot News

RSUD Ciawi Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1442 Hijriah

Hot News

7 Alasan Kenapa Harus Jalan-jalan di Indonesia, Salah Satunya Bantu Pulihkan Ekonomi