Home / Hot News / Kabar Bogor

Sabtu, 29 Mei 2021 - 17:24 WIB

Ormas Centong Bukan Hanya Guyon, Namun Sebagai Kemajemukan di Masyarakat

APAKABAR BOGOR – Keberadaan sebuah seni dan budaya serta adat istiadat yang berla­ku di tengah masyarakat adalah sebu­ah ciri terhadap nilai peradaban ma­sya­rakat itu sendiri.

Sebagai Mahluk sosial dan beragama tentu hidup saling ber­dampingan dan saling membutuhkan adalah suatu hal yang tak bisa dielakan. Atas dasar itu Ormas Centong hadir ditengah kemajemukan masyarakat.

“Hidup bermasyarakat itu adalah sunnah, baik secara Hak dan Kewa­ji­ban atas kehidupan di bumi ini, baik da­lam kehidupan beragama, ber­bang­sa dan bernegara,” terang TB Muhyi Sapar, pembina Ormas Centong saat ditemui di kediamannya, Gang Senyum , Desa Pasirgaok, Rancabungur, Kabupaten Bogor. Sabtu, 29 Mei 2021.

Baca Juga :  Petugas Puskesmas Situ Udik Diduga Abaikan Pasien Covid 19, Begini Respon Ade Yasin

Abah Sapar, begitu sapaan akrabnya, menjelaskan, dalam UUD 1945, Pan­ca­sila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan bernegara dan berbang­sa telah sangat jelas bahwa bahwa ke­merdekaan berkelompok atau berorganisasi bagi masyarakat, sejatinya adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kekuatan dan aset bangsa Indonesia.

Baca Juga :  RAT Koperasi RSUD Cibinong Luncurkan Mobile Aplikasi Digital

“Ada banyak budaya, adat istiadat serta kearifan lokal suatu daerah, yang proses serta keberadaannya, terus menerus tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu serta perubahan jaman. Semua itu potensi bangsa yang bisa dimaksimalkan demi kesejahteraan dan kedamaian umat manusia,” paparnya.

Baca Juga :  Telan Dana Ratusan Juta, Baru Delapan Bulan Dibangun SDN Parakan Muncang 01 Sudah Rusak

Ormas Centong, Lanjutnya, yang dibentuk pada 12 Januari 2019, bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan dan menyatukan berbagai perbedaan Suku, Agama, Budaya agar tercipta kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis.

“Memang tidak mudah mencapai hal tersebut, makanya dibutuhkan rasa tanggung jawab, yang dilandasi oleh nilai-nilai Luhur Persatuan dan Kesatuan dari semua elemen masya­rakat.” ujar Abah Sapar.

Share :

Baca Juga

Kabar Bogor

Keluhkan Tempat Penampungan Anjing, Ini Alasan Warga Tenjolaya

Kabar Bogor

Kliennya Dirugikan Hingga Rp12 Miliar, Advokat Rohmat Selamat SH MKn Lapor Polisi

Kabar Bogor

Gerakan Bogor Bermasker Polsek Tamansari Terus dilakukan Demi Memutus Mata Rantai Covid 19

Hot News

Kabareskrim Beberkan Fakta Penggunaan Senpi dan Sajam oleh Laskar FPI

Hot News

Wisata Alam Seureuh Hejo Wajib Dikunjungi Saat Berlibur ke Bogor

Hot News

Borong Pahala, Selama Ramadhan Desa Kemang Gelar Kuliah Subuh

Kabar Bogor

Pemerintah Desa Parakan Jaya Salurkan BLT-DD ke 177 Keluarga Penerima Manfaat

Hot News

Polisi Kerahkan 1.610 Personil, Hanya untuk Amankan Sidang Praperadilan HRS