Home / Kabar Bogor

Selasa, 30 Maret 2021 - 21:30 WIB

KKS BPNT di Kolektif, Cairkan Sembako di Warung Tak Berizin Sebagai Penyalur Bansos

Warung di terminal Leuwiliang tak miliki izin sebagai penyalur bansos./Dok.Apakabarbogor.com./Dok.Haidy

Warung di terminal Leuwiliang tak miliki izin sebagai penyalur bansos./Dok.Apakabarbogor.com./Dok.Haidy

APAKABAR BOGOR – Oknum yang mengaku sebagai wartawan diduga mengkolektifkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea.

Pasalnya, Arif selaku staf Desa Cibuntu mendapati adanya warga RT.01 yang sudah menerima sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), padahal bantuan di bulan Maret belum disalurkan oleh Agen E Warong yang berada di Desa Cibuntu.

“Saya mendapat laporan dari Ketua RT, bahwa warganya ada yang sudah mendapatkan sembako, sementara agen e – warong yang ada desa Cibuntu belum menyalurkan BPNT. Setelah ditelusuri ke warga ternyata kartunya dikolektif  oleh anak dari oknum yang mengaku wartawan, dan mengambil sembako diluar wilayah desa Cibuntu,” ungkapnya. Selasa, 31 Maret 2021.

Baca Juga :  Ratusan Warga Desa Cibuntu Terima Kartu Bantuan Pangan Non Tunai

Saat dikonfirmasi, Yeyen salah satu warga yang menerima sembako, dirinya mengakui bahwa KKS nya dikolektif oleh anak dari oknum yang mengaku wartawan, dan diarahkan mengambil sembako di Agen Mandiri Dadan yang berlokasi di Terminal Leuwiliang.

Baca Juga :  Operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Kecamatan Cibinong Jatuhkan 140 Teguran

“Saya kan awam Pak, tidak tahu bahwa tidak boleh di kolektif kartunya, jadi yang ambil kartunya ke warga warga itu Reka. Tau- tau sudah dikirim sembakonya dari Leuwiliang, terus dimintai uang transportasi 20 Ribu/KPM nya,” kata Yeyen.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Yani Kepala Desa Cibutu menegaskan, secara aturan yang tertuang di dalam pedoman umum program sembako tidak memperbolehkan adanya pengkolektifkan kartu, dan sudah ada agen e-warong di desanya yang resmi terdaftar sebagai penyalur bansos.

Baca Juga :  Masyarakat Indonesia Siap Beralih ke Siaran TV Digital, Begini Penjelasan Kominfo

“Laporan dari ketua RT sudah saya terima, dan mendata siapa saja warga yang dikolektif terus mengambil sembako ke luar wilayah, sangat disayangkan oknum tersebut memanfaatkan ketidaktahuan para menerima bansos. Sehingga terjadi tindakan yang diluar aturan,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Kabar Bogor

Ditengah Sulitnya Ekonomi Polsek Leuwiliang Lakukan Hal Ini

Hot News

Jelang HUT RI ke 76, FJBB Kunjungi Rumah Sejarah Kantor Bupati Bogor Pertama

Kabar Bogor

Pabrik Arang PT Somar Indo Factor di Gunung Sindur Hangus Terbakar, Ini Penyebabnya

Kabar Bogor

Rumah Retak Diganti Rp500 Ribu, Warga Pasir Kalong Datangi Proyek Bendungan Sukamahi

Kabar Bogor

KPK Jelaskan Alasan Ade Diperpanjang Masa Penahanan Yasin di Rutan Polda Metro

Kabar Bogor

Kliennya Dirugikan Hingga Rp12 Miliar, Advokat Rohmat Selamat SH MKn Lapor Polisi

Kabar Bogor

Petugas Ratakan Lapak Liar PKL Sodetan Pafesta Cisarua, Begini Alasan Satpol PP

Kabar Bogor

Perumda Air Minum Tirta Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M