APAKABAR CIAMPEA – Pemandangan tak sedap kembali mewarnai Desa Ciampea. Tepat pinggir Jalan Punawarman II, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea dipenuhi tumpukan sampah jenis plastik dan limbah rumah tangga.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Persoalan sampah sepertinya tak pernah terselesaikan secara baik. Pemandangan sampah yang berserakan, seakan menjadi hal yang lumrah.

Tidak hanya lambatnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menangani sampah, terlebih masyarakatnya yang kurang sadar akan kebersihan.

Salah satu warga Kampung Lebak Sirna RT.003/007 Desa Ciampea, Arif mengatakan, setiap hari di tepi jalan itu seperti dijadikan tempat pembuangan sampah rumah tangga oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab.

“Akibat pembuangan sampah sembarangan itu, ketika hujan turun sampah terbawa aliran air hujan ke tengah jalan. Dan pastinya membahayakan para pengguna jalan seperti kendaraan bermotor roda dua,” kata Arif kepada wartawan. Rabu, 7 Juli 2021.

Diakui Arif, pembuangan sampah di lokasi tersebut sudah terjadi berbulan bulan, tumpukan sampah habis dengan sendirinya terbawa air hujan.

“Berbagai kotoran sampah rumah tangga ditumpuk di sana. Sampah yang berserakan itu menimbulkan bau tak sedap,” ungkapnya.

Menurut Arif butuh kepedulian semua pihak agar warga tidak membuang sampah sembarangan termasuk ketegasan pemerintah setempat untuk memberikan sanksi tegas bagi warga yang membuang sampah sembarangan.

“Termasuk memberikan penerangan mengenai dampak yang akan ditimbulkan dari keberadaan sampah tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Ia menduga warga sembarangan membuang sampah di sana dan instansi terkait terkesan membiarkan sampah tersebut.

“Tampaknya warga sengaja buang sampah di sana, sampah tersebut sampai menyebar pinggir jalan. pemerintah juga terkesan membiarkan sampah itu, tidak ada ditindak untuk mengangkut.” pungkasnya. (Haidy)