Home / Hot News

Kamis, 4 Agustus 2022 - 10:15 WIB

Jaksa KPK Hadirkan Lima Orang PNS, Termasuk Sekda jadi Saksi Terdakwa Ade Yasin

Lima orang saksi PNS di lingkungan Pemkab Bogor dihadirkan Jaksa KPK dalam kasus Ade Yasin./Dok.Igon

Lima orang saksi PNS di lingkungan Pemkab Bogor dihadirkan Jaksa KPK dalam kasus Ade Yasin./Dok.Igon

APAKABAR BOGOR – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima Pegawai Negeri Sipil) PNS dari Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai saksi untuk terdakwa Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin pada perkara dugaan suap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Lima orang PNS yang hadir di Pengadilan Tipikor Bandung, yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) Burhanudin, Subkoordinator Pelaporan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Hany Lesmanawaty. Rabu, (3/8).

Kemudian, Kepala Bidang Akuntansi dan Teknologi Informasi BPKAD Wiwin Yeti Heryati, Sekretaris BPKAD Andri Hadian, serta Kepala BPKAD Teuku Mulya.

Jaksa Penuntut Umum KPK akan menghadirkan sedikitnya 40 saksi pada agenda sidang pembuktian.

Saksi-saksi tersebut terdiri dari pegawai lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor dan para pengusaha.

Sebelumnya, Ade Yasin melalui kuasa hukumnya Dinalara Butar Butar optimistis akan membuktikan bahwa kliennya tidak terlibat dalam perkara dugaan suap terhadap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat.

Baca Juga :  Rekam Jejak Iyut Bing Slamet dalam Dunia Narkoba yang Berurusan dengan Polisi

“Kami sangat optimis bisa membuktikan bahwa klien kami tidak bersalah dalam perkara ini,” ujarnya.

Menurutnya, meski eksepsi atau nota keberatan terdakwa tidak diterima oleh majelis hakim yang diketuai oleh Hera Kartiningsih, tapi pihaknya meyakini bahwa hakim akan objektif dan menjunjung tinggi keadilan.

Kami sangat menghargai menghormati putusan sela yang dibacakan majelis hakim hari ini, karena memang putusan sela bukan akhir dari segalanya. Tujuan putusan sela ini untuk memperlancar persidangan,” kata Dinalara.

Ia optimistis saksi-saksi yang dihadirkan akan mengungkap ketidakterlibatan Ade Yasin. Terlebih, menurutnya, alat bukti KPK tidak lengkap saat menyeret kliennya ke perkara dugaan suap terhadap pegawai BPK.

Baca Juga :  Waduh…! Ada Mesin EDC Program BPNT Tamasya ke Kabupaten Bogor

Mengacu pada Pasal 17 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), kata dia, penangkapan terhadap seorang yang diduga melakukan tindak pidana, perlu dilengkapi dengan bukti permulaan yang cukup, yaitu minimal dua alat bukti yang sah.

Pasalnya, KPK usai penangkapan mengumumkan bahwa penjemputan Ade Yasin sebagai saksi di rumah dinas pada 27 April 2022 sebagai sebuah peristiwa operasi tangkap tangan (OTT).

“JPU (jaksa penuntut umum) tidak menjelaskan dalam dakwaannya apa dua alat bukti yang cukup yang dimiliki KPK, sehingga terdakwa harus di-OTT,” ujarnya.

Padahal, menurutnya, Ade Yasin dijemput petugas KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas penangkapan beberapa pegawai Pemkab Bogor dan pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat.

Baca Juga :  Debit Air Tinggi, Bendung Katulampa Jadi Obyek Wisata Dadakan

Dinalara juga mengaku heran, karena KPK melakukan penjemputan Ade Yasin sebagai saksi pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

“Kalau memang mau meminta keterangan kenapa tidak dilakukan penjemputan di jam normal, atau memanggil Ade Yasin ke KPK kan bisa,” ujar Dinalara.

Ade Yasin didakwa oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi memberi uang suap Rp1,9 miliar untuk meraih predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Jaksa KPK Budiman Abdul Karib mengatakan uang suap itu diberikan kepada empat pegawai BPK yang juga telah menjadi tersangka pada perkara tersebut.

“Sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut memberi atau menjanjikan sesuatu, yaitu memberikan uang yang keseluruhannya berjumlah Rp. 1.935.000.000 kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara,” kata Budiman. (Igon)

Share :

Baca Juga

Hot News

PPBNI Satria Banten DPAC Pamijahan Mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1442 Hijriah

Hot News

Komnas HAM Dalami Fakta-fakta Terkait Dugaan Penembakan Anggota FPI

Hot News

Pasien Covid-19 Bertambah 7.514 Orang, Ini Sebarannya di 10 Provinsi

Hot News

Temui Komunitas Kopi Garut Kidul, Dedi Ruslan Jajal Kedahsyatan Kopi Garut

Hot News

Akhirnya Menkeu Sri Mullyani Resmi Umumkan Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Hot News

Pemuda Jabar Dukung Jokowi Ajukan Boy Rafli Amar Menjadi Calon Kapolri

Hot News

Jalani Pemeriksaan Terkait Pelat Mobil Mewah RFS, Rachel Vennya Diperiksa 2 Jam

Hot News

Berlaku Hingga 5 Juli 2021, Begini Aturan Lengkap PPKM Mikro yang Diperketat untuk 11 Sektor