Untuk itu, Ki Darul bersama pengurus IDN memberanikan diri atas dasar cinta akan budaya bangsa, ingin meluruskan dari ketidakbenaran sejarah.
“Jangan malu disebut Dukun karena bagi kami Dukun adalah duduk tekun, artinya fokus sungguh-sungguh dalam belajar keilmuan dalam hal kehidupan,” terangnya.
Pihaknya dari perwakilan nusantara bersepakat untuk dibentuknya wadah ini. “Kalimat atau bahasa dukun jangan sampai dimarjinalkan dan diskriditkan,” tukasnya. (Cok/Haidy)






