Dianggap Meresahkan, Pengamen Badut dan Anak jalanan Dirazia Petugas

- Pewarta

Rabu, 15 Februari 2023 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dari Kecamatan Ciawi dan TKSK Sedang mendata anak Jalana yang terjaring razia. (Dok.Apakabarbogor./wan).

Petugas dari Kecamatan Ciawi dan TKSK Sedang mendata anak Jalana yang terjaring razia. (Dok.Apakabarbogor./wan).

APAKABARBOGOR.COM – Sejumlah Pengamen, Anak jalanan (Anjal), Gelandangan dan pengemis (Gepeng) di simpang empat Ciawi dirazia petugas Trantib.

Rahmat, Kepala Seksi (Kasi) trantib Kecamatan Ciawi mengatakan, razia yang dilakukan bersama para anggotanya tersebut berawal dari aduan masyarakat yang mengaku resah, sebab kehadiran mereka kerap berbuat onar.

“Ini adalah sebagai tindak lanjut dari aduan masyarakat terhadap mereka, karena dinilai seringkali mengganggu ketertiban, kerap kali terjadi keributan,” katanya seusai razia. Rabu 16 Februari 2023.

Dia juga mengatakan, Sesuai tupoksinya hanya melakukan eksekusi saja, berikutnya diserahkan kepada yang lebih berwenang.

“Kami sebagai petugas trantib Ciawi, disini hanya sebatas eksekusi saja ,untuk selanjutnya kami serahkan ke Dinas Sosial,” ungkap Rahmat.

Yang terjaring razia, sambungnya, adalah warga luar wilayah Ciawi.

“Ada 15 orang keseluruhan yang kena razia saat ini, pengamen, anak jalanan, pengemis dan badut jalanan, asal mereka ada warga kota Bogor, Cianjur, bahkan ada dari Tasikmalaya,”. tandasnya.

Senada, ketua Tenaga Sosial Kecamatan (TKSK) Ciawi Yoyoh menjelaskan, para gelandangan, pengamen dan pengemis, yang beroperasi di simpang empat Ciawi memang warga luar Ciawi.

“Saat ini kami bergabung bersama pol PP Ciawi terjun eksekusi ke lapangan, menindak lanjuti aduan masyarakat, bahwa para pengamen dan anjal sering berbuat rusuh,” terangnya.

Ia juga menyebutkan, sesuai SOP bila ada pihak kelurganya, maka TKSK akan mengembalikan ke keluarga untuk mendidiknya.

Syarat pengambilannya adalah dengan membuat pernyataan oleh pihak Desa atau kelurahan dimana tempat mereka tinggal.

“Intinya mereka tidak melakukan kembali mengemis atau mengamen di wilayah ini,” pungkasnya. (iwan/ash)***

Berita Terkait

Jelang IBL All Indonesian 2026, IBL dan Pemkab Bogor Gelar Dribel Massal di Car Free Day
Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
BAPPENDA Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 86,24% dengan Predikat Sangat Baik
Habis Digeledah PMJ, Zimam Pastikan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Kembali Berjalan Normal
Perkuat Penegakan dan Perkada, Serta Penanganan Gangguan Trantibum
PT Antam UPBE Pongkor Mengucapkan HUT Republik Indonesia 81
Kolaborasi Dinsos Kabupaten Bogor dan LAZ Rabbani Percepat Distribusi Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan
KPK Siap Dukung Diklat Antikorupsi PPWI Kabupaten Bogor untuk Perkuat Peran Pewarta dalam Pengawasan Publik

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Jelang IBL All Indonesian 2026, IBL dan Pemkab Bogor Gelar Dribel Massal di Car Free Day

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:20 WIB

BAPPENDA Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 86,24% dengan Predikat Sangat Baik

Sabtu, 12 September 2026 - 06:43 WIB

Habis Digeledah PMJ, Zimam Pastikan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Kembali Berjalan Normal

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Perkuat Penegakan dan Perkada, Serta Penanganan Gangguan Trantibum

Berita Terbaru