APAKABAR BOGOR – Bantuan sosial (Bansos) saat ini sedang menjadi sorotan. Masyarakat yang dikategorikan layak dibantu diguyur oleh kucuran anggaran baik BPNT (Bantuan pangan non tunai) sampai dana cash dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kementrian Sosial. Karena sistem pengambilan menggunakan sistem barcode.
Untuk PKH, nilainyapun beragam berbeda dari setiap penerima manfaat, ada yang satu juta, bahkan lebih dari dua juta rupiah. Di wilayah Kecamatan Ciawi, ada 2.731 Keluarga penerima manfaat (KPM) yang dibagi ke 13 Desa. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Pendamping PKH kecamatan Ciawi, Cepi.
“Karena Jumlah KPM nya berbeda, maka pendamping di setiap desa berbeda pula, ada yang satu orang bahkan ada juga yang dua orang,”katanya, selasa, 6 Desember 2022.
Dia juga mengatakan, dari 20 KPM ada satu orang yang dipilih menjadi ketua, yang tugasnya adalah mengurus kelompok tersebut jika terjadi suatu permasalahan.
” Setiap ada pencairan, maka kami selaku pendamping selalu mengontrol terkait anggaran yang bakal diterima, dan memastikan dana tersebut sampai kepada yang berhak,”tuturnya.
Selain itu, sambung Cepi, setelah uang diterima, maka dipastikan tidak ada pemotongan ataupun pungutan baik oleh pendamping maupun oleh ketua kelompok.
“Jika hal itu terjadi,maka kami akan dengan tegas mengambil tindakan, salah satunya dengan pemberhentian,” jelasnya. (ash)






