APAKABAR BOGOR – Aksi Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR), yang melakukan aksi long marc bertepatan dengan hari sumpah pemuda untuk menagih janji Gubernur Jawa Barat, soal jalur khusus tambang kemarin, didukung Ketua Aliansi Gerakan Jalur Khusus Tambang (AGJT) Junaidi Adi Putra.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

“Kami mendukung dan apresiasi atas aksi dan perjuangan mahasiswa Rumpin serta pemuda Rumpin dalam mendorong rencana pembangunan jalur khusus tambang untuk membutuhkan banyak pihak dan regulasi serta anggaran yang besar,” ujarnya.

Aksi para mahasiswa Rumpin menuntut janji Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, guna merealisasikan jalur khusus tambang.

Menurut Junaedi, ini penting dalam refleksi di hari sumpah pemuda, bahwa pemuda dan mahasiswa adalah garda terdepan dalam mendorong pembangunan.

“Pembangunan infrastruktur jalan khusus tambang, adalah solusi jangka panjang yang menyelesaikan dua pokok yaitu masyarakat usaha tambang dan ekploitasi tambang serta distribusi material tambang, dengan truk bertonase besar,” tuturnya.

Selama ini, kata Junadi, dampak dari usaha tambang adalah kerusakan lingkungan di Rumpin, kerusakan infrastruktur baik di Rumpin dan Parungpanjang

Bahkan melibatan anak dibawah umur, pungli, dan terjadinya kecelakaan truk tambang dengan pengendara sepeda motor serta ISPA.

“Saya menyayangkan, rencana itu masih sebatas wacana dan janji politik Pemprov Jabar, karena kalau melihat dampak yang di timbulkan usaha tambang harusnya ini bisa menjadi prioritas pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan tambang di masyarakat, ” tandasnya. (Yon/Hdy)