Keberlangsungan Petani Di Lereng Gunung Salak Terancam, Garda Prabowo Komitmen Akan Membela

- Pewarta

Senin, 9 September 2024 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garda Prabowo, Kecamatan Cijeruk (Sok.Apakabarbogor/wan)

Garda Prabowo, Kecamatan Cijeruk (Sok.Apakabarbogor/wan)

APAKABARBOGOR– Garda Prabowo berkomitmen untuk membela para petani di Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor. Garda Prabowo siap mengawal para petani di lereng Gunung Salak agar dapat melaksanakan program ketahanan pangan tanpa ada gangguan para mafia tanah.

“Petani tidak boleh terzolimi. Mereka punya hak hidup. Kami berkomitmen untuk membela petani di Cijeruk ini,”  tegas Ketua Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Prabowo Kabupaten Bogor, RJ Boston Limbong, saat mengunjungi para petani di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Minggu, 8 September 2024.

RJ Boston Limbong mengatakan, Garda Prabowo mendukung semua program pemerintah khususnya ketahanan pangan. Maka petani harus dilindungi oleh pemerintah.

“Kalau misalnya ada developer yang mau masuk ke lahan pertanian yang sedang digarap oleh para petani itu tidak boleh semena-mena dan main gusur. Harus sesuai dengan aturan dan persuasif. Pihak swasta juga harus melakukan sosialisasi serta memberikan kerohiman yang layak bagi para petani,” ungkapnya.

RJ Boston Limbong menandaskan bahwa Garda Prabowo akan mengawal para petani di Cijeruk ini sampai tuntas.

“Kebetulan para petani di Desa Cipelang dan Cijeruk ini merupakan bagian dari anggota Garda Prabowo, dan Saudara Yusuf Bachtiar adalah pengurus, dia Ketua DKS Garda Prabowo Kecamatan Cijeruk,”  tandasnya.

Selain Garda Prabowo, hadir pula Ketua Bapera Kabupaten Bogor Marcel dan Ketua BPPKB Kabupaten Bogor Simon yang sama-sama menyatakan siap memberikan bantuan kepada para petani di Cijeruk.

Puluhan petani di Desa Cipelang dan Cijeruk Kecamatan Cijeruk belakangan merasa terganggu bahkan terancam akibat kehadiran tiga perusahaan swasta di lereng Gunung Salak, yakni PT BSS, PT Halizano, dan PT CSA. Bahkan petani kerap merasa was-was akibat aktivitas oknum TNI yang diduga menyerobot lahan pertanian yang digarap petani.

“Kami bukan untuk memiliki atau menjual tanah di sini. Kami hanya menggarap lahan sejak puluhan tahun sebagai mata pencaharian kami. Apalagi sekarang para petani sedang membudidayakan tanaman kacang koro dalam program ketahanan pangan hasil kerja sama dengan Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau atau Koprabu,”  ujar Yusuf Bachtiar. (Wan)

Berita Terkait

Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan ASN Kabupaten Bogor Uji Komitmen Reformasi Birokrasi dan Integritas Aparatur
PT Antam Tbk UBPE Pongkor Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
PT Antam Tbk UBPE Pongkor Bagikan 1850 Paket Sembako
Kajari Bogor Tegaskan Komitmen Profesionalisme Jaksa Saat Audiensi dengan PPWI untuk Transparansi Penegakan Hukum
PT Antam UBPE Pongkor Gelar Buka Bersama dan Berikan Santunan Kepada Anak Yatim
Tim Puslabfor Bareskrim Olah TKP Kebakaran dan Insiden Asap di Area Underground Mining PT Antam UBPE Pongkor
Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2025
Dispora Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 15:09 WIB

Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan ASN Kabupaten Bogor Uji Komitmen Reformasi Birokrasi dan Integritas Aparatur

Rabu, 25 Maret 2026 - 07:18 WIB

PT Antam Tbk UBPE Pongkor Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:27 WIB

PT Antam Tbk UBPE Pongkor Bagikan 1850 Paket Sembako

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:07 WIB

Kajari Bogor Tegaskan Komitmen Profesionalisme Jaksa Saat Audiensi dengan PPWI untuk Transparansi Penegakan Hukum

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:15 WIB

PT Antam UBPE Pongkor Gelar Buka Bersama dan Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

Berita Terbaru