Tagana, TKSK, dan PSKS Cigudeg Siap Siaga Hadapi Bencana

  • Whatsapp
Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Mega Nur Meliawati mengatakan bahwa dirinya di tengah penghujan meningkatkan kesiapsiagaan. /Apakabarbogor.com/Haidy Arsyad.

APAKABAR BOGOR – Hampir satu bulan wilayah Bogor dilanda hujan terus-menerus. Hal itu menjadi kecemasan bagi warga masyarakat sekitar, apa lagi rumahnya yang berada di titik rawan.

Seperti di kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, yang hampir mayoritas masyarakatnya berada di titik rawan longsor dan banjir, dikarenakan banyak pemukiman yang tinggal di pegunungan dan pinggir Kali Cidurian yang sering meluap di kala penghujan datang.

Read More

Menurut Mega Nur Meliawati, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mengatakan bahwa dirinya di tengah penghujan meningkatkan kesiap siagaan dalam penanggulangan bencana selama 1X24 jam.

“Alhamdulillah kesiapsiagaan dari Tagana dan TKSK dan PSKS yang ada di Kecamatan Cigudeg. Kita selalu, kita tingkatkan, selama 1×24 jam, standby untuk anak-anak yang lain juga. Bahkan ketika ada laporan-laporan kita langsung terjun kelapangan. untuk di wilayah masing-masing insya Allah kita sigap dalam bencana, ” katanya. Senin, 7 Desember 2020

Menurut Mega, kemungkinan besar hampir semua Desa untuk di Cigudeg berada titik rawan longsor dan Banjir. Namun, menurutnya sejauh ini untuk di Cigudeg belum ada laporan terkait bencana.

“Sukaraksa, Banyuasih, Mekarjaya, Sukamaju, Banyuresmi, Banyuwangi. Kemungkinan besar hampir semua ya untuk di Cigudeg. Sejauh ini belum ada laporan untuk di Cigudeg mengenai bencana, mudah mudahan jangan ya,” ucapnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat yang rumahnya berada di titik rawan bencana untuk berhati-hati menurutnya situasi saat ini intensitas hujan masih tinggi dan jika terjadi bencana di harapkan masyarakat melaporkan ke RT/RW Setempat.

“Berhati hati-hati saja, karena kita tidak tau debit air, kemungkinan besar. Di tengah malam situasi saat ini kaya gimana. untuk rumah deket aliran air sungai Cidurian, untuk mengungsi dulu ke rumah saudara yang agak jauh dari pinggiran kali. Jika terjadi bencana masyarakat di harapkan untuk melapor kepada RT/RW setempat,” jelasnya. (Andri/Haidy)

Related posts