Selain itu, kata Sahrul, pelatihan ini diharapkan bisa mengembangkan minat dan keterampilan para seniman jalanan, khususnya di bidang kerajinan bambu dan jangka panjangnya mereka bisa jadi pengusaha di bidang kerajinan bambu.
Sahrul menjelaskan, bahwa pihaknya akan membantu dalam soal pendanaan untuk permodalan.
“Mereka juga akan kita bantu di pemasarannya baik melalui pameran, dan kita akan pamerkan dikantor kita, nanti kita bantu pemasaran lewat digital juga, tapi dalam jangka pendeknya kalau kami ada acara kita beli hasil kerajinan nya. Tidak sekedar dikasih ilmu tetapi mereka juga di fasilitasi,” jelasnya.
Sementara, Lurah Bubulak Eka Deri menuturkan ditempat pelatihan kerajinan bambu ini, nantinya musisi jalanan dari komunitas punk ini bisa menghasilkan produk bambu yang mempunyai nilai jual dan bisa meningkatkan kesejahteraan warga dan anak punk itu sendiri.
“Kreatifitas-kreatifitas warga Bubulak akan terus kita suport. Potensi-potensi yang ada di bubulak akan kita dorong sehingga bisa menjadi produk unggulan di wilayah sendiri,” kata Eka.
Pemilik saung Bambukeun.id Rizkyan Adi Pradana menambahkan kegiatan pelatihan ini untuk teman teman dari komunitas punk yang selama ini di jalanan agar bisa membuat kerajinan dari bambu dan untuk market nya sendiri hingga saat ini sudah ke beberapa negara, diantaranya ke Perancis, Belanda, dan kota-kota besar lainya. Sama halnya di Indonesia sudah keberapa kota besar lainya.
Yang dilakukan sekarang ini Alhamdulillah mendapat dukungan positif dari pemerintah dalam hal ini Lurah Bubulak ikut mensuport dan juga mengayomi usaha UMKM ini.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






