APAKABAR BOGOR – Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, meninjau lokasi yang terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang dan Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan. Senin (27/06/22).

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Iwan Setiawan mendatangi ke lokasi bencana tersebut terlihat didampingi jajarannya, dia melihat langsung para korban bencana, di dua wilayah yang hingga menelan korban jiwa itu.

“Sebelum ke Cibunian, tadi saya ke Leuwiliang, Desa Purasari, dari peristiwa itu banyak Insfratruktur yang mengalami kerusakan cukup lumayan berat akses jalur ke perusahaan Chevron dan ke Sukabumi di wilayah Cianten sepanjang 8 kilo di 20 titik jalan terputus oleh longsoran,” ungkap Pelaksana tugas Bupati Bogor Iwan Setiawan, kepada wartawan.

Menurut Iwan, saat ini pihaknya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang dibantu oleh perusahaan Chevron dan relawan sedang mengerjakan untuk mengaktifkan kembali jalur yang terdampak longsor.

“Memang ada beberapa kendala yang perlu kita tangani secara khusu yaitu jembatan yang putus, tetapi saya sudah perintahkan Dinas PUPR untuk membuat jembatan sementara, sebab itu akses jalan yang sangat strategis,” ujarnya.

Selain itu, Iwan menyebut, bagi warga yang terdampak sudah mulai diperbolehkan sewa rumah sebagai tempat tinggal sementara sampai dibangunkan hunian tetap (huntap).

“Selama belum ada hunian tetap (huntap) dan masih direlokasi kami minta siapkan untuk disewa selama rumah itu belum jadi, tanpa batas waktu yang tak ditentukan,” kata dia.

Iwan menegaskan, kalau memang disewakan mereka akan nyaman, dan Pemerintah Kabupaten Bogor sudah membuat pernyataan dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) terkait sewa dan rehab rumah warga terdampak bencana banjir dan longsor.

“Untuk relokasi sedang koordinasi mencari lahan, kalau ada tanah milik Pemerintah Daerah silahkan dipakai buat kebutuhan hunian tetap (huntap),” tegasnya.

Namun, Iwan menuturkan ada keinginan masyarakat agar diberikan uang bukan berupa bangunan, khawatir lokasinya masih rawan bencana.

“Kalau memang keinginan warga uang kita siapkan, makanya tidak gampang mencari tempat dan kami sedang menyiapkan besaran huntap sebesar Rp 62 juta dengan type 36,” paparnya.

“Kami ingin apa yang disampaikan semua kebutuhan, termasuk sampai urusan pribadi mereka, diluar bantuan yang sekarang seperti celana dalam dan pakaian lainnya,” tambahnya.

Selain itu, BPBD juga akan mempublish apa saja keinginan warga terdampak bencana saat ini yang prioritas termasuk pampers, susu dan sebagainya.

“Sementara bangunan yang rusak berat di Leuwiliang ada 10 unit, rusak ringan ada 90 bangunan sedangkan di Pamijahan 14 rusak berat di Kampung Muara,” tukasnya. (And)