APAKABAR BOGOR – Akibat kericuhan pada perhelatan muscam Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) yang terjadi pada Minggu 11 September 2021 dengan adanya tudingan kecurangan yang dituju terhadap panitia penyelenggara.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Tudingan miring tersebut dibantah langsung oleh pelaksana penyelenggara muscam tersebut.

Ketua Panitia Muscam KNPI Hafid Solihin menyatakan bahwa terjadinya kericuhan saat Muscam PK KNPI Kecamatan Nanggung, itu justru adanya indikasi rencana menggagalkan pelaksanaan Muscam.

“Kita lihat adanya mobilisasi massa di luar peserta, kami anggap bagian dari upaya membuat Muscam chaos dan menjadi gagal,” ungkapnya.

Padahal, menurut Hapid dari hasil mediasi kedua calon tersebut sudah siap dan berkomitmen menjaga kondusifitas Muscam yakni salah satunya klausul dari fakta integritas.

“Perjanjian itu berbunyi jika ada salah satu calon tidak mendukung kondusifitas maka bersedia untuk digagalkan pencalonannya.” Jadi kami sangat menyayangkan upaya-upaya terkesan anarkisme  untuk menggagalkan Muscam tersebut,” jelasnya.

Saat ini, kata dia,  kebijakan selanjutnya adanya di pihak DPD KNPI Kabupaten Bogor dan pihaknya masih menunggu. Panitia juga membantah dengan sikap salah satu OKP yang menyebut adanya pelolosan surat keterangan organisasi kepemudaan (SK OKP) yang tidak legal atau ganda.