Hidup di Kota Bogor, Maman Sang Pengangkut Sampah Hanya Bisa Bertahan dengan Utang Bank Keliling

Tak Punya KTP, Tak Pernah Rasakan Bansos, Penghasilan Hanya Rp360 Ribu Per Bulan

- Pewarta

Sabtu, 6 September 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maman (59), warga Rangga Mekar, Bogor Selatan, bertahun-tahun mengais rezeki sebagai pengangkut sampah tanpa pernah merasakan bantuan pemerintah.

Maman (59), warga Rangga Mekar, Bogor Selatan, bertahun-tahun mengais rezeki sebagai pengangkut sampah tanpa pernah merasakan bantuan pemerintah.

APAKABARBOGOR.COM – Di usianya yang sudah senja, Maman (59) hanya bisa pasrah menjalani hidup.

Puluhan tahun tinggal di Kota Bogor, tepatnya di RT 01/RW 06 Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, ia belum pernah merasakan bantuan dari pemerintah.

Sehari-hari Maman bekerja sebagai pengangkut sampah rumah tangga. Ia mengangkut sampah di tujuh rumah warga sekitar dengan upah Rp30 ribu per rumah dalam sebulan.

Dari pekerjaan itu, ia hanya mendapat Rp210 ribu. Tambahan penghasilan datang dari sebuah minimarket yang memberinya Rp150 ribu per bulan untuk mengangkut sampah. Jika dijumlahkan, pendapatan Maman hanya Rp360 ribu per bulan.

“Kadang perut ini kosong. Saya sudah terbiasa begitu. Kalau lapar, ya tahan saja,” kata Maman dengan mata berkaca-kaca.

Karena penghasilan tak cukup, Maman terpaksa meminjam uang dari bank keliling.

Setiap hari ia harus membayar cicilan Rp15 ribu. Pinjaman belum lunas, ia kembali mengajukan utang baru. Hidupnya pun seperti lingkaran tanpa ujung.

Yang membuat hidup Maman semakin sulit, ia tak punya KTP. Identitasnya hanya berupa kartu keluarga yang mencatatnya sebagai warga Rangga Mekar.

Bagi Maman, ongkos ke kecamatan untuk mengurus KTP saja terasa mustahil.

“Bikin KTP itu perlu ongkos. Saya makan saja harus utang ke bank keliling, bagaimana mau urus KTP?” ujarnya lirih.

Selama program bantuan pemerintah berjalan, mulai dari bansos, BLT, hingga bantuan lainnya, Maman tidak pernah sekalipun masuk dalam daftar penerima.

Padahal, kondisinya sangat layak untuk mendapat perhatian.

Kini, Maman hanya bisa berharap. Ia menitipkan doa dan permohonannya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bogor Dedi Rachim, hingga aparat kecamatan dan kelurahan.

“Saya cuma ingin hidup tenang tanpa utang. Saya ingin merasakan jadi warga Bogor yang benar, punya KTP, dan dapat bantuan seperti orang lain. Jangan sampai saya mati dengan beban bank keliling yang tidak akan pernah lunas,” tuturnya penuh harap. (Red)

Berita Terkait

Kajari Bogor Tegaskan Komitmen Profesionalisme Jaksa Saat Audiensi dengan PPWI untuk Transparansi Penegakan Hukum
PT Antam UBPE Pongkor Gelar Buka Bersama dan Berikan Santunan Kepada Anak Yatim
Tim Puslabfor Bareskrim Olah TKP Kebakaran dan Insiden Asap di Area Underground Mining PT Antam UBPE Pongkor
Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2025
Dispora Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda
Publikasi Kegiatan UPT SPALD Kelas A Kabupaten Bogor
Heboh! Karang Taruna Gunung Sari Turun Tangan, Bangun Rumah Ibu Linda dari Nol
Dispora Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Hari Olahraga Nasional

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:07 WIB

Kajari Bogor Tegaskan Komitmen Profesionalisme Jaksa Saat Audiensi dengan PPWI untuk Transparansi Penegakan Hukum

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:15 WIB

PT Antam UBPE Pongkor Gelar Buka Bersama dan Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:11 WIB

Tim Puslabfor Bareskrim Olah TKP Kebakaran dan Insiden Asap di Area Underground Mining PT Antam UBPE Pongkor

Selasa, 11 November 2025 - 17:58 WIB

Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2025

Selasa, 28 Oktober 2025 - 13:31 WIB

Dispora Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda

Berita Terbaru