APAKABAR BOGOR – Bupati Bogor Ade Yasin merasa geram terhadap LSM tidak jelas dan wartawan yang tidak memiliki identitas alias “Bodrek” yang selama ini mengganggu kinerja Kepala Desa dengan mencari-cari kesalahan.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Ia meminta, jika ada oknum seperti itu segera adukan ke pihak kepolisian. Hal tersebut dikatakannya kepada sejumlah Kepala Desa yang hadir pada kegiatan Rebo Keliling (Boling) di Club House PT. SBI, Klapanunggal, Rabu 16 Juni 2021.

Ade Yasin mengungkapkan bahwa ada laporan selama ini, kepala desa diganggu sehingga tidak bisa kerja, anggaran diotak atik, misalnya bantuan Samisade, uangnya belum turun sudah didatangi oleh yang ngaku wartawan tapi tidak jelas identitasnya alias “bodrek”.

“Jadi Kepala Desa sering didatangi oleh wartawan bodrek, atau LSM yang tidak jelas identitasnya, atau juga oknum yang mengatasnamakan aparat penegak hukum,” terang Ade.

Ade menambahkan, memang keberadaan oknum-oknum ini mengganggu kinerja kita, mencari-cari kesalahan, yang tadinya tidak ada salahnya, kalau terus dicari-cari kesalahannya, bisa saja jadi salah.

Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Bogor, dan akan ditangkap oknum-oknum tersebut. Kita akan jamin keamanan kepala desa, jika ada yang mengganggu apalagi melakukan tindak pemerasan, akan kita tindak.

“Untuk urusan pembangunan yang bersumber dari dana Samisade, atau anggaran lainnya, Kepala Desa harus berani kalau tidak merasa salah hadapi saja, jika ada wartawan “bodrek” yang mengganggu laporkan ke Kapolsek dan Danramil,” tandas Ade.

Hari ini, lanjut Ade Yasin, saya bawa wartawan asli untuk meliput kegiatan Boling ini, biar mereka tahu kondisi di wilayah seperti apa. Nantinya yang merasa wartawan “bodrek” kalau liat wartawan asli pasti minggir.