Forum UMKM Kecamatan Leuwisadeng Santuni Anak Yatim dan Jompo

  • Whatsapp
Santunan untuk anak yatim dan jompo dilaksanakan di Majlis Taklim Hidaayatul Muhibbin, Kampung Cipayung RT 003/005 Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng. /Dok. Apakabarbogor.com/Haidy Arsyad.

APAKABAR BOGOR – Forum Usaha Mikro dan Menengah (UMKM) Kecamatan Leuwisadeng melaksanakan kegiatan santunan terhadap anak yatim dan jompo yang dilaksanakan di Majlis Taklim Hidaayatul Muhibbin, Kampung Cipayung RT 003/005 Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Jumat, 4 Desember 2020.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kegiatan santunan untuk anak yatim dan jompo ada 60 orang yang sudah terdata sebelumnya,” kata Ketua Forum UMKM Abdul Muhyi.

Read More

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Leuwisadeng Rudi Mulyana, PLH Kepala Desa Wangunjaya, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Wangunjaya serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

“Acara ini digagas oleh Forum UMKM dengan memberikan santunan berupa uang tunai dan makanan siap saji, dan mudah-mudahan ini dapat meringankan beban mereka terlebih ditengah pandemi seperti saat ini, kemungkinan besar santunan ini akan berlanjut di desa-desa lainnya,” ujarnya.

Selain menyantuni anak yatim dan jompo dalam kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak itu, juga membagikan masker secara gratis.

Abdul Muhyi menjelaskan, pihaknya harus terbuka ke Masyarakat, terlebih ke para pelaku usaha mikro kecil, bahwa kegiatan itu tidak lepas dari kontribusi UMKM. Dana sosial tersebut diperoleh dari para pelaku UMKM yang mendapatkan dana Banpres BPUM sebesar Rp 2,4 Juta.

“Awalnya mereka merasa bersyukur telah dibantu dalam proses pengajuannya oleh Forum UMKM. Setelah mereka memperoleh dana tersebut, ada diantara mereka yang dengan sukarela memberi, sebagai ungkapan terima kasihnya,” jelasnya.

Lanjut Abdul Muhyi menyampaikan, setelah terkumpul, timbul inisiatif dari pihaknya agar dana tersebut mereka salurkan ke Anak yatim dan Jompo. Ia berharap kegiatan ini bisa bermanfaat untuk Anak-anak yatim dan para jompo tersebut.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk transparansi. Kami ingin terbuka ke Para Pelaku UMKM dan masyarakat. Bahwa dana yang terkumpul secara sukarela ini tidak kami gunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Dan perlu kami tegaskan bahwa Forum UMKM Kecamatan Leuwisadeng tidak pernah memotong dana Banpres BPUM, seperti yang dilakukan oleh oknum di luar sana,” ungkapnya. (har)

Related posts