Aktivis Puncak Desak Selidiki Penyebab Banjir Bandang, Kok Bawa Kayu dan Bambu

- Pewarta

Selasa, 19 Januari 2021 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir yang membawa kayu dan bambu di. Anak sungai Ciliwung, sungai Cisampai desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor./Dok.Apakabarbogor.com/Ndri.

Banjir yang membawa kayu dan bambu di. Anak sungai Ciliwung, sungai Cisampai desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor./Dok.Apakabarbogor.com/Ndri.

Senada, Tokoh masyarakat kawasan Puncak Bambang, mengatakan, dengan adanya peristiwa banjir bandang di daerah Puncak, adalah sebagai peringatan untuk kita semua, tentang bahayanya Pengrusakan hutan, atau lingkungan hidup yang tidak terjaga.

“Kita semuanya harus melakukan langkah-langkah nyata yaitu memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, di lingkungan kita masing-masing. Khusus untuk kawasan hulu Sungai Ciliwung dan Kawasan Puncak, harus Segara ditertibkan dan di kembalikan kepada fungsinya, agar kita semua terhindar dari bencana yang lebih dahsyat lagi,” tegas Wakil ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2009-2014 tersebut.

Suara aktivis puncak yang menuntut agar banjir Puncak diselidiki, juga di gaungkan oleh Iwan Meicin. Dia mengatakan, banjir bandang Puncak 19 januari 2021 bukan tanpa sebab. Selain hujan deras yang mengguyur dikawasan itu, masih ada penyebab lainnya.

“Kalau di lihat dari material kayu dan bambu sepertinya sisa penebangan. Kalau itu benar sebaiknya material tersebut diamankan guna penelusuran lebih lanjut terkait penyebab banjir bandang itu,” harap Iwan.

Selain itu, Iwan juga memaparkan bahwa pernah terjadi longsor di Hulu Cisampai

“Ada informasi bahwa di lokasi bencana, sebulan yang lalu tepatnya bulan Desember 2020, telah terjadi longsor di hulu Sungai Cisampay. Rt setempat telah memberitahukan kepada warganya utk bergotong royong mengevakuasi longsoran, tetapi karena medan yang berat , akhirnya tidak terlaksana evakuasi longsor tersebut, sehingga terjadi genangan yanh akhirnya jebol. Jadi diduga banjir bandang itu dari sana asalnya,”pungkas Iwan.(ash).

Berita Terkait

Jelang IBL All Indonesian 2026, IBL dan Pemkab Bogor Gelar Dribel Massal di Car Free Day
Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
BAPPENDA Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 86,24% dengan Predikat Sangat Baik
Habis Digeledah PMJ, Zimam Pastikan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Kembali Berjalan Normal
Perkuat Penegakan dan Perkada, Serta Penanganan Gangguan Trantibum
PT Antam UPBE Pongkor Mengucapkan HUT Republik Indonesia 81
Kolaborasi Dinsos Kabupaten Bogor dan LAZ Rabbani Percepat Distribusi Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan
KPK Siap Dukung Diklat Antikorupsi PPWI Kabupaten Bogor untuk Perkuat Peran Pewarta dalam Pengawasan Publik

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Jelang IBL All Indonesian 2026, IBL dan Pemkab Bogor Gelar Dribel Massal di Car Free Day

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:20 WIB

BAPPENDA Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 86,24% dengan Predikat Sangat Baik

Sabtu, 12 September 2026 - 06:43 WIB

Habis Digeledah PMJ, Zimam Pastikan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Kembali Berjalan Normal

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Perkuat Penegakan dan Perkada, Serta Penanganan Gangguan Trantibum

Berita Terbaru

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB