APAKABAR BOGOR – Usaha budidaya jagung manis pada lahan pertanian di Desa Telukpinang Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor dianggap potensial untuk dikembangkan.
H. Baehaki pengusaha jagung manis asal Kampung Cibolang Rw 05 Desa Telukpinang mengatakan, kendati usaha ini dinilai menjanjikan namun ada beberapa kendala yang dihadapi.
Misalnya, ketersedian lahan pertanian sehingga untuk memenuhi kebutuhan pasar harus mendatangkan jagung dari luar wilayah.
“Saat ini kami tengah melakukan perbaikan sarana dan prasarana gudang yang ada karena kurang luas.”
“Untuk pengembangan usaha, saya membuka peluang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk ikut serta terutama pelaku UMKM,” ungkapnya.
Menurutnya, ntuk perizinan sarana dan prasarana, semua sudah selesai ditempuh pihaknya, sehingga merasa nyaman dalam mengembangkan usaha.
Kaitan hasil peninjauan dinas ketahanan pangan, jagung manis yang dijual kepasaran merupakan jagung kualitas terbaik.
“Untuk kualitas jagung, kami menjual hasil produk terbaik, sehingga mendapat sertifikasi dari dinas terkait.”
“Alhamdulillah usaha ini kedepannya bisa semakin berkembang,” ujarnya. Kepada wartawan usai kegiatan peninjauan Dinas ketahanan pangan dan DPMTSP Rabu 18 Mei 2022.
Baca Juga:
Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%
Ditempat yang sama, Kepala Desa Telukpinang Ahmad Rifai mengaku bangga dengan adanya usaha budidaya jagung manis yang mengahasilkan nilai ekonomi.
Selain bisa menjadi komoditi unggulan juga diharapkan menjadi usaha alternatif saat ini.
“Jelas ini bisa menjadi kebanggaan bagi Desa Telukpinang, jadi harus mendapat dukungan dari semua pihak apalagi saat ini sedang digalakkan program ketahanan pangan,” Katanya.
Mengenai lahan pertanian di Desa Telukpinang, menurutnya, sangat terbatas.
Baca Juga:
SK Innovation E&S Memimpin Inovasi dalam Ekosistem Startup untuk Pemuda di Indonesia
CGTN: 75 Tahun Xizang: Harmoni Pembangunan dan Pelestarian Budaya Ciptakan “Keajaiban di Atap Dunia”
ZTE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat AI
“Tapi harus kita memanfaatkannya semaksimal mungkin,” ujarnya.
Hal yang sama dilontarkan Camat Ciawi, Sutisna yang menekankan agar budidaya jagung manis yang saat ini dilakoni H. Baehaki bisa diadopsi oleh desa lainnya, agar ketahanan pangan nasional bisa tercapai.
“Usaha jagung manis merupakan upaya dalam menjaga ketahanan pangan, ini harus dikembangkan secara umum dan bisa menjadi kebanggaan bagi wilayah Kecamatan Ciawi, ” ucapnya.
Untuk desa-desa lain yang masih memiliki lahan pertanian lanjutnya,
“bisa berkolaborasi dengan H. Baehaki dalam pengembangan hasil pertanian yakni budidaya jagung manis,” pungkasnya. (Wan)







