Potret Buram Masyarakat Desa Sadeng, Penghasilan Pas-pasan Tidur Berdesak-desakan

- Pewarta

Jumat, 28 Mei 2021 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Maman di Desa Sadeng yang jauh dari kesan layak huni./Dok.Apakabarbogor.com/cwng.

Rumah Maman di Desa Sadeng yang jauh dari kesan layak huni./Dok.Apakabarbogor.com/cwng.

APAKABAR BOGOR – Program rehab Rumah tidak layak huni (RTLH), diperuntukan bagi masyarakat yang memilki rumah yang kurang layak untuk dijadikan tempat tinggal. Ada beberepa unsur yang bisa dikategorikan sebagai RTLH, yakni Atap Lantai dan dinding (Aladin) yang memang jauh kata bagus, serta tidak memilki kamar mandi dan WC didalam rumah.

Di kampung Paku Pasir RT 008/004, Desa Sadeng Kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor, masih tersisa masyarakat yang menghuni tempat tinggal dengan kategori RTLH. Keluarga tersebut adalah pasangan Maman (40) dan Mariyam (37), mereka dikarunia 3 orang anak, dan tinggal di gubuk dengan ukuran 5 X 5 meter saja.

“Anak kami ada 3 orang, yang pertama perempuan bernama Mamah Maleasari, berumur 19 tahun, yang anak kedua Meliawati berumur 17 tahun, dan yang ketiga Muhamad Rudiansyah berumur 10 tahun,”terang Maman. Jumat 28 Mei 2021.

Maman dan keluarganya hidup dengan serba kekurangan, sehari- hari dia bertugas sebagai petugas Linmas, dan untuk mencari uang tambahan, dia kerja kuli serabutan mencangkul pagi sampai siang, dengan upah hanya Rp50 ribu.

Sedangkan sang istri Maryam ikut membantu suami dengan bekerja disawah, dan hanya diberi upah Rp35 ribu saja.

“Itupun kalau ada yang nyuruh, kalau tidak yah kami mengaggur,”beber Maryam.

Selama ini Keluarga Maman selalu berharap, agar rumahnya bisa mendapat bantuan rehab RTLH dari pemerintah, sebab rumahnya yang sempit itu mengharuskan dia, istri dan ketiga anaknya tidur berdesak-desakan.

“kami hanya ingin punya rumah layak, tapi mau bagaimana lagi karena ketidakpunyaan dan keterbatasan ya segini adanya, padahal saya sudah meminta pengajuan RTLH ke pemerintah setempat namun tidak diperhatikan,” pungkas.Maman.(cwng/ash)

Berita Terkait

Kajari Bogor Tegaskan Komitmen Profesionalisme Jaksa Saat Audiensi dengan PPWI untuk Transparansi Penegakan Hukum
PT Antam UBPE Pongkor Gelar Buka Bersama dan Berikan Santunan Kepada Anak Yatim
Tim Puslabfor Bareskrim Olah TKP Kebakaran dan Insiden Asap di Area Underground Mining PT Antam UBPE Pongkor
Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2025
Dispora Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda
Publikasi Kegiatan UPT SPALD Kelas A Kabupaten Bogor
Heboh! Karang Taruna Gunung Sari Turun Tangan, Bangun Rumah Ibu Linda dari Nol
Dispora Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Hari Olahraga Nasional

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:07 WIB

Kajari Bogor Tegaskan Komitmen Profesionalisme Jaksa Saat Audiensi dengan PPWI untuk Transparansi Penegakan Hukum

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:15 WIB

PT Antam UBPE Pongkor Gelar Buka Bersama dan Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:11 WIB

Tim Puslabfor Bareskrim Olah TKP Kebakaran dan Insiden Asap di Area Underground Mining PT Antam UBPE Pongkor

Selasa, 11 November 2025 - 17:58 WIB

Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2025

Selasa, 28 Oktober 2025 - 13:31 WIB

Dispora Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda

Berita Terbaru