Pengelolaan Samisade di Desa Cinangka Jadi Polemik, Ini Penyebabnya

  • Whatsapp
Acara launching Samisade di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea./Dok.Apakabarbogor.com./Dok.Ist

APAKABAR BOGOR – Pengelolaan Program Samisade (Satu Milyar Satu Desa) di kampung Cikalancing RT 03 RW 07 Desa Cinangka Kecamatan Ciampea menjadi polemik bagi warga sekitar.

Pasalnya, masyarakat mengeluhkan adanya betonisasi jalan desa sepanjang kurang lebih 900 meter, lebar 3 meter dan ketebalan 0,15 meter ini tidak melibatkan masyarakat sekitar.

Read More

Menurut pengakuan Isak ketua RW 07 mengatakan betonisasi menggunakan jaya mik ini, total pekerja lebih dari dua puluh orang, namun dari warga sekitar hanya segelintir saja, sisanya pemegang proyek .

“Ada warga sini sekitar lima orang , sisanya dari Leuwiliang dan Nanggung,” kata Isak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua pengawas Desa Kecamatan Ciampea, Sopiyan membantah akan hal ini ia mengaku bahwa justru hanya lima sampai tujuh orang dari luar, dan hal ini sesuai dengan pedoman umum (Pedum).

“Memang betul ada pekerja dari luar,dan sesuai pedum Samisade bisa dilakukan berdasarkan swakelola, yang artinya dikelola oleh warga, semi swakelola dan pihak ketiga kan,” ujar Piong sapaan akrabnya.

Terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin saat launching program Samisade pada 17 Februari 2021 lalu, dalam sambutannya Ade Yasin mengatakan, program samisade tahun 2021 telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati No.147/ 142/ kpts/ per-uu/ 2021 tanggal 8 Februari 2021.

Dengan anggaran sebesar Rp311.839.126.194, yang akan dilaksanakan di 532 titik, 349 desa dan 38 kecamatan, dengan harapan memajukan masyarakat desa yang terdampak pandemi dengan cara swakelola. (Red)

Related posts