APAKABAR BOGOR – Sejak awal tahun 2022 para calon pengantin pasangan nikah yang sudah mendaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor terlihat mulai meningkat signifikan.

Tak sedikit calon pasangan pengantin yang telah mendaptarkan diri guna melangsungkan prosesi pernikahan seiring dengan adanya kelonggaran pandemi Covid-19.

Kepala KUA Kecamatan Nanggung Salim Apendi mengatakan, data para calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dari bulan Januari hingga Juni 2022 mencapai 275 pasangan.

“Saat ini aturan pembatasan pandemi Covid-19 melonggar. Sehingga pendaftaran yang menikah pada bulan Zulhijjah atau Juni saat ini mencapai 164 pasangan yang mana biasanya di rata-rata hanya 50 pasangan,” ungkapnya.

Pandemi yang berlangsung selama tiga tahun dampak nya, kata dia terpengaruh kepada perekonomian masyarakat dan banyak yang di PHK dari pekerja.

Kendati, wilayahnya termasuk tipologi B tercatat jumlah pernikahan biasanya di atas 700 bahkan mencapai 1000 pasangan, angka saat ini terbilang menurun.

Pihaknya menyebut, selain untuk pelayanan pernikahan, termasuk juga konsultasi bagi pasangan pengantin yang datang ke KUA.

Sehingga pencatatan kini pasangan yang menikah rata-rata berusia 19 tahun baik mempelai pria maupun wanita.

“Memang mengenai batas usia harus berusia 19 tahun. Tetapi bukan berarti dibawah usia 19 tahun itu tidak boleh menikah. Boleh saja, asal yang kurang umur tersebut mengajukan ijin dispensasi ke pengadilan,” jelasnya.

Dia memaparkan, untuk secara administrasi persyaratan nikah harus melengkapi (N1) atau surat keterangan asal usul si calon pengantin yang mana persyaratan tersebut ada di desa.

“Jadi semua persyaratan itu dari desa, baik kemudian fotocopy KTP dan KK kemudian (N2) surat permohonan kehendak nikah dari pihak pengantin ke KUA yang mana biasanya pihak dari perempuan,” papar nya.

Lalu (N4) Surat persetujuan mempelai kalau usia mempelai nya di bawah usia 21 tahun dan N5 yang mana ijin dari orang tua.

Sementara, terkait persyaratan warga negara asing yang menikah di KUA diharuskan ada persyaratan tertentu, baik dari kepolisian bahkan dari Kedubes harus ada surat keterangan nya.

“Sebab dalam pernikahan persyaratan harus lengkap. pasalnya sekarang ini menggunakan web, ketika dia Warga negara asing (WNA) jadi pasti ketahuan dengan begitu kalau kurang sarat itu, di kembalikan agar di lengkapi,” tukasnya. (And)